megaswaranews.com, SUKABUMI – Kebakaran melanda kawasan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, selama tiga hari berturut-turut. Api membakar lahan kosong hingga Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cikundul sejak Jumat hingga Minggu (25-27/9/2026).
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan sejumlah armada dan melibatkan berbagai instansi untuk menangani rentetan kebakaran tersebut. Medan yang sulit, angin kencang, asap tebal, dan keterbatasan sumber air menghambat proses pemadaman.
Kebakaran pertama terjadi pada Jumat (25/9/2026) di lahan kosong Kampung Pasir Babi, Kelurahan Cikundul. Api melahap lahan sekitar 3,8 hektare yang merupakan kebun masyarakat dan dipenuhi tanaman kering serta alang-alang.
Damkar Kota Sukabumi menerima laporan kebakaran sekitar pukul 12.45 WIB. Petugas langsung mengerahkan tiga armada menuju lokasi untuk memadamkan api.
Petugas berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 16.00 WIB setelah berjibaku selama beberapa jam. Mereka kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Namun, sehari kemudian, Sabtu (26/9/2026), api kembali muncul di TPAS Cikundul. Kobaran api membakar tumpukan sampah di kawasan tersebut.
Petugas Dinas Lingkungan Hidup menemukan kebakaran sekitar pukul 18.15 WIB. Damkar Kota dan Kabupaten Sukabumi langsung mengirimkan personel dan armada untuk menangani api.
Petugas menghadapi medan yang sulit karena titik api berada jauh dari akses jalan. Mereka harus melewati kubangan lumpur dan tumpukan sampah untuk mencapai lokasi.
Keterbatasan sumber air juga memperlambat pemadaman. Selain itu, tumpukan sampah yang mudah terbakar membuat petugas harus bekerja lebih lama untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Setelah bekerja hampir empat jam, petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka kemudian melanjutkan proses pendinginan di sejumlah titik.
Namun, kebakaran kembali terjadi pada Minggu (27/9/2026) di kawasan TPAS Cikundul. Angin kencang membuat kobaran api cepat merambat hingga membakar sekitar 2,3 hektare area TPAS.
Api juga menjalar ke sejumlah lapak penampungan barang rongsokan di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat petugas kembali meningkatkan penanganan di kawasan TPAS.
Damkar Kota dan Kabupaten Sukabumi mengerahkan armada secara bergantian untuk memadamkan api. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, PMI, Kodim 0607 Kota Sukabumi, serta para relawan turut membantu proses penanganan.
Kabid Damkar Kota Sukabumi, Ujang Rustandi, mengatakan petugas kesulitan mengendalikan api karena kobaran menyebar di area yang cukup luas.
“Apinya merata di area sekitar 2,3 hektare. Jadi kita kesulitan untuk menjaga area tersebut. Kita minta bantuan juga ke Kabupaten dan alhamdulillah datang,” ujar Ujang.
Petugas juga menghadapi angin kencang dan asap tebal selama proses pemadaman. Kondisi tersebut mengurangi jarak pandang dan menyulitkan petugas menjangkau sejumlah titik api.
Hingga Senin pagi (28/9/2026), petugas masih menyisir kawasan TPAS Cikundul. Mereka melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang muncul.
Rentetan kebakaran selama tiga hari membuat petugas meningkatkan kewaspadaan di kawasan Cikundul selama musim kemarau. Aparat terkait masih menyelidiki penyebab kebakaran.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan. Aktivitas tersebut dapat memicu kebakaran, terutama saat kondisi lahan dan lingkungan sekitar kering.
(IQBAL BAKAR)














