megaswaranews.com, LEBAK – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara menyelenggarakan kegiatan Edukasi Budaya dan Pengabdian Masyarakat langsung di Desa Adat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, pada Selasa (25/8/2026). Mengusung tema “Belajar dari Alam, Bertumbuh Bersama Budaya”, kegiatan ini menjadi bukti nyata langkah perguruan tinggi membawa pembelajaran keluar ruang kelas – menyatu dengan masyarakat serta melestarikan kekayaan budaya lokal.
Kegiatan penuh makna ini diikuti secara langsung oleh 86 mahasiswa, didampingi 4 orang dosen serta 4 tenaga kependidikan ITB Dewantara. Setibanya di lokasi, seluruh civitas akademika diterima secara hangat oleh Medi Marsinun, Sekretaris Desa Kanekes. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik dan sangat mengapresiasi tujuan kedatangan mahasiswa dan pendidik.
“Kami menghaturkan terima kasih kepada mahasiswa dan dosen ITB Dewantara yang telah berkunjung ke Baduy. Semoga ke depan bisa lebih banyak lagi mengeksplorasi dan memperkenalkan budaya Baduy – termasuk melalui media sosial – agar masyarakat luas dapat melihat keindahan alam serta keunikan budaya ini yang perlu terus kita lestarikan bersama,” ujarnya

BELAJAR LANGSUNG DI TENGAH KEHIDUPAN MASYARAKAT ADAT
Bukan sekadar berkunjung, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian sekaligus pembelajaran nyata: mahasiswa ditugaskan untuk mendokumentasikan kehidupan sehari‑hari, nilai‑nilai luhur, serta kearifan lokal masyarakat Baduy menjadi berbagai karya dan konten video edukatif. Hasilnya akan dipublikasikan melalui berbagai saluran digital agar dapat memberikan manfaat lebih luas, memperkenalkan serta melestarikan budaya lokal kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dari program “Kampus Berdampak”, yang mendorong perguruan tinggi agar kegiatan pendidikan, penelitian, maupun pengabdiannya benar‑benar memberikan dampak langsung dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya.
Kehadiran rombongan ini ternyata juga sangat dirasakan manfaatnya oleh warga setempat. Salah satu warga lokal, Rubi, mengungkapkan rasa sukacitanya karena kehadiran mahasiswa dan pengunjung lainnya turut membantu memajukan perekonomian warga melalui pembelian produk lokal.
“Kami sangat senang banyak yang datang berkunjung ke sini. Banyak produk khas daerah seperti madu Baduy, durian, manggis, gula aren dan lain‑lain bisa terjual. Kehadiran pengunjung sangat membantu kami dan para pelaku UMKM di sini,” ungkap Rubi.

MAHASISWA DAPAT PENGALAMAN YANG TAK TERGANTIKAN
Saat di temui di ruang kerjanya, Syech Dzulkarnaen, selaku Ketua Panitia kegiatan ini menyampaikan rasa syukur dan kepuasan atas terlaksananya kegiatan dengan lancar dan penuh keakraban. Kamis (27/8/2026)
“Kegiatan ini memberikan pengalaman sangat berharga karena kami bisa belajar langsung dari sumbernya – bukan hanya membaca buku atau mendengar cerita saja,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pendamping Dr. Syaiful Anwar menjelaskan maksud dan tujuan lebih dalam dari program ini: bahwa kedatangan mahasiswa bukanlah sekadar melakukan kunsjung atau berwisata biasa.
“Kami berharap mahasiswa ITB Dewantara tidak datang hanya sebagai pengunjung atau wisatawan biasa, melainkan hadir sebagai pembelajar yang menghargai dan mencintai budaya lokal. Mereka belajar memahami cara hidup, kearifan lokal, dan nilai‑nilai luhur yang masih terjaga rapi di sini. Selanjutnya pengalaman ini diolah menjadi karya dan konten yang bisa memperkenalkan serta melestarikan kekayaan budaya kita kepada masyarakat luas,” tegas Dr. Syaiful Anwar.
Turut mendampingi selama kegiatan ini para dosen lainnya yakni Dr. Muhlis, Novita Anggraeni, S.Pt., M.Si., M.E., dan Wawan Subagyo, S.Pt., MM., serta jajaran tenaga kependidikan ITB Dewantara.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat lokal, serta menjadi langkah bersama dalam menjaga warisan leluhur tetap hidup, dikenal, dan dihargai oleh generasi penerus bangsa ke depannya. (manabd)















