megaswaranews.com — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) baru saja merilis hasil survei terbaru bertajuk “Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”. Pengambilan data dilakukan sejak 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error sebesar 2,83 persen.
Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 65,4 persen responden menyatakan merasa puas terhadap kinerja pemerintah secara umum, sementara 32,5 persen menyatakan tidak puas, dan sisanya sebesar 2,1 persen tidak memberikan jawaban apa pun. Secara khusus, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat di angka 65,2 persen, yang terdiri dari 62,3 persen merasa puas dan 2,9 persen merasa sangat puas, sedangkan yang menyatakan tidak puas mencapai 32,5 persen.
Sementara itu, penilaian terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan angka kepuasan sebesar 49 persen dan yang menyatakan tidak puas sebesar 38,5 persen. Selain itu, sekitar 67 persen responden menyatakan percaya bahwa pemerintah mampu menjalankan tugas dengan baik, sedangkan 24,4 persen tidak percaya dan 8,6 persen tidak menjawab.
Ketika diminta menyebutkan secara spontan program pemerintah yang paling diapresiasi, masyarakat menempatkan Bantuan Sosial pada urutan teratas dengan persentase 15,9 persen, disusul oleh program Sekolah Rakyat sebesar 12,6 persen, program Makan Bergizi Gratis sebesar 11,0 persen, serta program Pendidikan hingga Kuliah Gratis sebesar 8,1 persen.
Di sisi lain, survei ini juga mencatat sejumlah keluhan utama yang disampaikan masyarakat. Alasan ketidakpuasan yang paling banyak disebut adalah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin sulit dan menurun sebesar 11,8 persen, penyaluran bantuan sosial yang dinilai kurang tepat sasaran sebesar 11,4 persen, harga kebutuhan pokok yang masih terasa mahal sebesar 10,4 persen, serta anggapan bahwa pemerintah kurang memperhatikan rakyat kecil sebesar 6,7 persen.
Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno menyebutkan bahwa angka kepuasan di atas 65 persen menunjukkan mayoritas masyarakat memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan saat ini.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan kinerja bersama masih diperlukan agar tingkat kepuasan dapat naik kembali ke atas 70 persen, terutama dalam menangani persoalan ekonomi dan memastikan penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
“Hal ini menunjukkan bahwa untuk mampu mengembalikan level kepuasan hingga di atas 70 persen dibutuhkan peningkatan kinerja bersama,” ungkap Adi Prayitno, dikutip dari berbagai sumber media nasional, Selasa, (20/10/2026). (Lison A Putra/megaswaranews)














