megaswaranews.com, Sukabumi — PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk memperkuat desain pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Perusahaan menyiapkan konstruksi yang lebih kokoh untuk menghadapi potensi banjir bandang dan gerusan Sungai Cimandiri.
Direktur PT CMNP Tbk Arief Budhi Hardono mengatakan pihaknya merancang pondasi jembatan lebih jauh dari aliran sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan ketika Sungai Cimandiri kembali meluap.
Arief menyampaikan hal itu setelah menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Gantung Leuwidingding di Kecamatan Jampangtengah, Minggu (6/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Edwin, Bupati Sukabumi Asep Japar, Direktur Utama PT CMNP Yusuf Hamka, dan PT Arsa Foundation.
Menurut Arief, CMNP menargetkan pembangunan jembatan selesai dalam 105 hari. Proyek tersebut melibatkan TNI Angkatan Laut, PT CMNP Tbk, PT Arsa Foundation, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Arief memastikan desain pondasi mempertimbangkan potensi banjir dengan debit maksimum sesuai perhitungan teknis.
“InsyaAllah, karena fondasinya kita buat di luar daerah sungai. Kalau terjadi banjir maksimum sesuai desain yang telah diperhitungkan, insyaAllah jembatan akan tetap aman,” ujar Arief.
CMNP membangun jembatan tersebut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan menggandeng TNI AL dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memulihkan akses transportasi warga yang sebelumnya terputus akibat bencana.
Jembatan Gantung Leuwidingding menghubungkan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, dengan Desa Sirnasari, Kecamatan Gunungguruh. Banjir bandang yang meluap dari Sungai Cimandiri memutus jembatan tersebut pada Maret 2025.
Putusnya jembatan sempat menghambat mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan kegiatan sehari-hari masyarakat di kedua wilayah.
Melalui pembangunan kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan pondasi yang berada di luar zona rawan gerusan, pemerintah dan pihak terkait berharap Jembatan Gantung Leuwidingding mampu bertahan menghadapi potensi bencana serta kembali memperlancar konektivitas masyarakat.
(IQBAL BAKAR )















