megaswaranews – Sukabumi, Ratusan warga di sekitar pesisir Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menggelar tradisi musiman Nyalawena. Tradisi ini berupa perburuan ikan teri impun yang muncul secara musiman di pesisir Pantai Muara Citepus.
Ikan teri impun merupakan jenis ikan teri putih berukuran kecil yang tergolong langka dan hanya muncul dalam periode tertentu. Biasanya, ikan ini bermigrasi secara bergerombol dari laut menuju sungai setiap tiga hingga enam bulan sekali dalam setahun.
Momen kemunculan ikan teri impun dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan menggunakan alat tangkap tradisional berupa jaring sirib. Dalam satu hari, mereka bisa memperoleh dua hingga puluhan kilogram ikan.
Salah satu warga, Yandi, mengatakan bahwa musim kali ini lebih melimpah dibandingkan bulan sebelumnya.
“Alhamdulillah, sekarang lebih banyak dari bulan kemarin. Hari ini tanggal 25 (Hijriah), dari pagi ikan sudah banyak. Biasanya sampai tanggal 28 juga masih ada. Kalau hasilnya banyak, separuh dijual, separuh untuk konsumsi sendiri. Harganya per gelas antara Rp15.000 sampai Rp20.000, kalau dijual per kilogram bisa sampai Rp80.000,” ujarnya.
Selain untuk konsumsi pribadi, sebagian warga menjual hasil tangkapan mereka guna menambah penghasilan. Penjualan umumnya dilakukan dalam takaran gelas plastik, bukan per kilogram.
Tradisi Nyalawena ini tidak hanya menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri setiap musim ikan teri impun tiba.
(Indra)




















