megaswaranews.com, Bogor – Memiliki postur olahragawan dengan tinggi 175 cm, Eno Sopian bukan hanya kerap terlihat di lapangan sepak bola di kampungnya. Berawal dari hoby menggiring bola di lapangan hijau saat kecil, kepiawaiannya saat si kulit bundar menyentuh kaki membuat pria kelahiran 1984 ini diperhitungkan dan sering dilibatkan dalam berbagai laga yang ada.
Bakat permainan bola kaki yang ada pada Eno Sopian memang terlihat sejak usianya 7 tahun. Menurut salah satu kerabatnya, keahlian tersebut seperti bakat alam yang diberikan tuhan kepadanya.
Pada berbagai pertandingan, ia sudah pasti dijadikan pemain inti tanpa pernah duduk di bangku cadangan. Hingga kini, bakat natural itu membuat dirinya sering diundang pada liga antar kampung (Tarkam) yang tengah popular.
Menurut Eno Sopian, bermain sepak bola merupakan sebuah hoby yang memang ditekuninya sejak kecil. Pria yang besar di kawasan Puncak Bogor tersebut saat itu memiliki lebih banyak peluang menyalurkan bakatnya di lapangan yang besar karena banyak lahan kosong yang masih tersedia saat itu.
Sehingga banyak teman seangkatannya yang juga banyak terjun ke permainan sepak bola baik hanya sekadar hoby maupun menjadi pemain profesional.
“Sebetulnya hanya hoby saja, banyak yang lebih baik permainan sepak bolanya dari saya. Namun hingga kini, jika ada kesempatan untuk berlatih dan bermain saya pasti ikut serta,” tutur Eno Sopian yang juga kameraman di MGS TV.
Posisinya sebagai Pemain bertahan (back) banyak diakui rekan satu timnya jika Eno Sopian merupakan benteng hidup yang sulit ditembus oleh lawannya. Performanya yang baik membuat ia menjadi andalan ketika peluit sudah dibunyikan oleh wasit.
“Ya kerjasama lah tetap karena di lapangan kita bukan pemain tunggal, tapi bicara kerja tim,” ujar Eno Sopian.
Posisinya pada back bukan hanya bertugas untuk menghalangi dan menutup pergerakan tim lawan. Eno juga kerap kali mencetak gol ke gawang lawan yang mengantarkan tim yang ia ikuti memenangkan pertandingan. (Edwin Suwandana)















