megaswaranews.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merealisasikan pembangunan jalan trase baru Batutulis sebagai pengganti Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Bogor Selatan, Rabu (13/5/2026).
Proyek tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 2026 dan digadang-gadang menjadi kawasan terintegrasi berbasis aksesibilitas sekaligus wisata heritage.
Pembangunan trase baru itu tidak hanya mencakup konstruksi jalan sepanjang kurang lebih 300 meter, tetapi juga penataan kawasan berupa pedestrian, taman, hingga penataan area Leuweung Batutulis dan Sumur 7.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan, proyek trase baru Batutulis menjadi langkah penting untuk menggantikan akses Jalan Saleh Danasasmita sekaligus mempercantik kawasan bersejarah di Batutulis.
“Alhamdulillah hari ini kita sama-sama hadir di lokasi trase baru yang nanti insya Allah akan dibangun jalan trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan kawasan tersebut dirancang terintegrasi dan diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Bogor, khususnya kawasan Batutulis yang memiliki nilai sejarah dan heritage.
“Pembangunan ini bukan hanya konstruksi jalan, tetapi ada pedestrian, taman di areal trase baru, dan juga Leuweung Batutulis. Jadi ini nanti pembangunan satu kawasan yang terintegrasi,” kata Juniarti.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor juga telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian terkait kondisi underpass di kawasan tersebut. Pemkot meminta adanya penanganan khusus agar tidak muncul persoalan ketika trase baru selesai dibangun.

Pemerintah Kota Bogor bahkan telah mengirimkan surat resmi yang ditandatangani Wali Kota Bogor kepada Dirjen Perkeretaapian guna meminta perhatian terhadap kondisi underpass yang menjadi bagian penting akses masyarakat.
“Kami berharap ada treatment terkait underpass. Jangan sampai trase selesai tetapi nanti bermasalah di underpass,” ujarnya.
Pemkot memastikan pembangunan trase baru tidak akan mengganggu keberadaan bunker bersejarah maupun Sumur 7 yang sebelumnya menjadi perhatian sejumlah budayawan. Penataan teknis konstruksi disebut telah disiapkan agar situs-situs tersebut tetap aman dan terakomodasi dalam site plan pembangunan.
“Bunker tidak tergusur, posisinya bersebelahan. Insya Allah site plan yang dibuat sudah cukup baik mengakomodir bunker dan Sumur 7,” katanya.
Terkait pelaksanaan proyek, Kepala UPT 1 Provinsi Jawa Barat, Andi, mengungkapkan bahwa kontrak dengan penyedia jasa telah dilakukan dan pekerjaan resmi dimulai pada Mei 2026.
“Target penyelesaiannya di bulan Oktober. Pekerjaan ini meliputi jalan, taman di Lowong Batutulis, serta pedestrian di kawasan Sumur 7,” kata Andi.
Menurutnya, proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat wajah kawasan heritage di Kota Bogor sekaligus menjadi destinasi baru bagi masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bogor, Hj. Hakanna, mengapresiasi dimulainya pembangunan trase jalan yang dinilai sangat dinantikan warga Bogor Selatan setelah sempat mengalami beberapa kali penundaan.
Menurutnya, proyek tersebut bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan jalur vital yang menjadi nadi aktivitas masyarakat, mulai dari akses pekerja, pelajar hingga layanan kesehatan.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi lebih kepada nadi kehidupan masyarakat Bogor Selatan. Harapannya pembangunannya bisa cepat selesai dan sesuai rencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD Kota Bogor akan terus melakukan pengawasan agar pembangunan berjalan tepat waktu serta tetap memperhatikan kawasan budaya di sekitar Batutulis.
“Justru kita akan coba menata, tidak hanya trase jalan tetapi juga pedestrian dan kawasan sekitarnya,” tandasbya.














