megaswaranews.com, Sukabumi — Pemerintah kota Sukabumi mulai menerapkan sistem meritokrasi dalam pelantikan pejabat aparatur sipil negara. sebanyak 20 pejabat resmi dilantik dengan mekanisme baru yang diklaim lebih efisien dan berbasis kompetensi.
Pelantikan yang digelar di balaikota sukabumi ini menjadi langkah awal penerapan sistem meritokrasi berbasis manajemen talenta.
Wali kota Sukabumi, Ayep Zaki menyebut sistem ini menggantikan metode lama yang dinilai kurang efisien. Melalui meritokrasi, proses birokrasi kepegawaian dapat dipangkas, termasuk menghilangkan mekanisme seleksi terbuka jabatan yang membutuhkan biaya besar.
Dalam sistem ini, ASN dinilai berdasarkan kompetensi dan integritas melalui sembilan kategori penilaian atau box. asn yang berada di level tertinggi dapat langsung diangkat sesuai dengan talenta dan kinerjanya.
Pemerintah kota Sukabumi meyakini pendekatan manajemen talenta akan mampu menempatkan pejabat secara lebih tepat, sehingga kualitas pelayanan publik dapat meningkat.
“ini satu implementatif ya, pengangkatan sistem merit menggunakan manajemen talenta. Ini pertama kali di kota Sukabumi, pengangkatan Eselon III yang pertama nih, nanti bulan juni yang kedua, “kata Ayep.
Selain itu, ini tidak lagi menggunakan birokrasi yang lama. Sistem pengangkatan yang lama tapi dengan yang baru, dengan menggunakan manajemen talenta Pemkot sudah resmi, “pungkasnya.
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kota Sukabumi Taufik Hidayah menjelaskan bahwa sistem ini memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN untuk mengembangkan karier.
Proses penilaian dilakukan melalui assesmen berkala yang menentukan posisi ASN dalam struktur talenta. “Penerapan sistem ini sebelumnya terkendala sarana, namun kini dapat diatasi melalui kerja sama dengan badan kepegawaian negara, “ujar Taufik.
Penerapan sistem meritokrasi ini diharapkan menjadi terobosan dalam reformasi birokrasi di kota sukabumi. Dengan penempatan ASN berbasis kompetensi, pemerintah menargetkan pelayanan publik yang lebih profesional, transparan dan berkualitas. (Sofwan Zulfikar)















