megaswaranews.com, Sukabumi – Harga tahu dan tempe di Pasar Cisaat, Kabupaten Sukabumi, meroket tajam pasca Hari Raya Idul Fitri. Lonjakan harga ini dipicu tingginya permintaan saat Lebaran serta kenaikan harga bahan baku kedelai yang mencapai sekitar 10 persen dari harga normal.
Memasuki H+4 Lebaran, harga tahu dan tempe di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sukabumi masih mengalami kenaikan. Kenaikan ini terjadi hampir merata dan dikeluhkan para pembeli.
Salah seorang pembeli, Feni, mengaku harga tahu dan tempe mengalami lonjakan signifikan. Ia menyebut harga yang sebelumnya Rp5.000 per potong kini naik menjadi Rp7.000 hingga Rp8.000 per potong untuk tempe maupun per kantong untuk tahu.
“Harga tahu dan tempe sekarang mahal. Biasanya Rp5.000, sekarang kisaran Rp7.000 sampai Rp8.000,” ujar Feni.
Para pedagang juga mengakui adanya kenaikan harga tersebut. Ivan, pedagang tahu dan tempe di Pasar Cisaat, mengatakan kenaikan terjadi akibat naiknya harga kedelai, mahalnya plastik kemasan, serta lambatnya pasokan barang.
Ia menyebut meski harga naik, permintaan tetap tinggi sejak Ramadan hingga Idul Fitri. Bahkan, menurutnya, belum banyak pedagang yang kembali berjualan sehingga pasokan di pasar masih terbatas.
“Peminat masih bagus, alhamdulillah. Untuk kenaikan harganya kisaran 50 persen,” kata Ivan.
Selain tahu dan tempe, sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional maupun semi modern di Kabupaten Sukabumi juga mengalami kenaikan harga. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung seiring tingginya permintaan dan kenaikan harga bahan baku kedelai di pasaran. (uher)















