megaswaranews.com, KULON PROGO – Modernisasi pertanian di Kulon Progo masih menghadapi tantangan. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat, sekitar 30 persen usulan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari para petani hingga kini belum bisa terealisasi. Salah satu barang yang paling diburu saat ini adalah pompa air berukuran kecil untuk area perbukitan.
Padahal, kucuran bantuan dari pusat sepanjang tahun 2026 ini tergolong deras. Kepala DPP Kulon Progo, RR Heni Hernawati, mengungkapkan pihaknya sudah empat kali menerima pasokan alsintan dari pemerintah pusat.
Total ada 109 unit mesin pertanian senilai Rp 10,5 miliar dari APBN yang telah dibagikan ke berbagai kelompok tani. Heni optimis bantuan raksasa ini bisa memotong biaya produksi secara signifikan.
“Alsintan ini jelas mendongkrak efisiensi. Petani bisa lebih hemat ongkos kerja, sehingga keuntungan yang dibawa pulang pun otomatis lebih banyak,” kata Heni.
Meski demikian, angka 70 persen pemenuhan alsintan dirasa belum cukup. Ketua Tim Kerja Bidang Sarana DPP Kulon Progo, Kirmi, membeberkan bahwa petani masih sangat menantikan barang-barang spesifik seperti hand sprayer pemusnah hama, power thresher pemotong padi, hingga pompa air ukuran 2 inci.
Pompa air mini ukuran 2 inci inilah yang menjadi kebutuhan krusial bagi petani di wilayah perbukitan. Selama ini, bantuan yang datang dari pusat mayoritas berukuran besar (4 inci). Padahal, untuk medan terasering yang curam, pompa besar sangat sulit dipindahkan.
“Mesin pompa 2 inci itu ringan dan ringkas. Sangat cocok untuk mengairi lahan terasering yang sulit diakses saat pasokan air mulai menipis,” tutur Kirmi.
Karena bantuan pusat belum bisa mengakomodasi ukuran mini ini, DPP Kulon Progo kini memutar otak dan berencana mengusulkan pengadaannya lewat APBD Kabupaten.
Di luar kendala tersebut, pembagian alsintan berskala besar terus digenjot. Pekan ini, sebanyak 42 kelompok tani dari 11 kapanewon kembali menerima bantuan unit mesin baru. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dari jalur aspirasi DPR RI, parpol, hingga dukungan Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
“Kami berharap semua bantuan ini bisa mempercepat pengolahan lahan dari masa tanam hingga masa panen tiba,” tutup Kirmi.(Wuri)














