megaswaranews.com, Bogor – Dampak kekeringan akibat fenomena El Nino masih membayangi sektor pertanian di Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan penggantian asuransi bagi petani yang mengalami gagal panen, dengan target pencairan paling lambat awal Desember 2026.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, sejumlah lahan pertanian yang terdampak kekeringan telah mendapatkan perlindungan melalui program asuransi yang difasilitasi pemerintah daerah.
“Beberapa petani-petani kita, lahan yang kemarin terdampak kekeringan juga diasuransikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata Rudy seperti dikutip dari Radar Bogor, Selasa (3/11/2026).
Menurut Rudy, pemerintah daerah saat ini tengah mempersiapkan proses pemberian biaya penggantian asuransi bagi petani yang mengalami gagal panen.
“Awal Desember maksimal kita akan berikan biaya ganti asuransi kepada pelaku petani-petani kita yang kemarin gagal panen,” ujarnya.
Persoalan kekeringan di Kabupaten Bogor sebelumnya tercatat cukup serius, terutama di Kecamatan Jonggol.
Berdasarkan inventarisasi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor yang dilaporkan kepada bupati pada 30 Juli 2026, sekitar 701,30 hektare sawah tadah hujan di Jonggol tidak dapat ditanami akibat tidak adanya hujan.
Selain itu, sekitar 40,30 hektare sawah irigasi mengalami kekeringan akibat berkurangnya debit air dan kerusakan jaringan irigasi.
Distanhorbun juga mencatat, pada periode 7–15 Juli 2026 terdapat sekitar 39,3 hektare tanaman padi dalam kondisi terancam gagal panen. Sementara hasil pemantauan lanjutan pada Agustus 2026 menunjukkan sekitar 38,1 hektare lahan mengalami kekeringan berat hingga puso.
Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Entis Sutisna sebelumnya menjelaskan, penanganan kekeringan dilakukan melalui pendataan dan pemantauan langsung untuk memastikan kondisi lahan.
Menurutnya, tidak seluruh sawah yang terlihat kering dapat dikategorikan gagal panen. Sebagian merupakan sawah tadah hujan yang memang belum ditanami karena keterbatasan pasokan air.
Untuk mengantisipasi kerugian lebih besar, pemerintah daerah mendorong penguatan sarana pengairan serta penyesuaian pola tanam berdasarkan ketersediaan air.
Di sisi lain, Rudy mengatakan Pemkab Bogor juga berencana menyediakan sejumlah peralatan pertanian pada Desember mendatang untuk menunjang aktivitas produksi petani.
Meski demikian, realisasi penggantian asuransi kini menjadi hal yang dinantikan petani terdampak. Pemerintah daerah diharapkan memastikan proses pendataan penerima, besaran kompensasi, serta jadwal penyaluran berjalan sesuai target.
Pasalnya, bagi petani yang mengalami gagal panen, penggantian asuransi bukan sekadar bantuan, melainkan salah satu penopang untuk memulihkan usaha pertanian setelah kehilangan hasil produksi.
(Editor : Edwin S)















