megaswaranews.com, Bogor — Seorang lansia berusia 84 tahun berinisial R meninggal dunia usai tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor–Jakarta di lintasan kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (3/11/2026).
Korban yang merupakan warga setempat diduga tidak menyadari kedatangan kereta saat hendak melintasi jalur rel tersebut.
Menurut Ketua RW setempat, Sumardi, korban sehari-hari memang sering terlihat beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. Selain faktor usia, korban diketahui sudah mengalami penurunan fungsi pendengaran dan gangguan ingatan.
“Korban memang warga sini, usianya sudah 84 tahun. Beliau memang sudah pikun dan pendengarannya juga kurang baik. Kemungkinan saat menyeberang rel, korban tidak mendengar ada KRL yang mau melintas,” ujar Sumardi saat ditemui di lokasi.
Petugas kepolisian dari Polsek Tanah Sareal bersama tim inafis yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi serta olah TKP.
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sonson Sudarsono, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan identifikasi dan olah TKP. Jenazah korban saat ini sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak,” kata Kompol Sonson Sudarsono.
Atas insiden tragis ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas maupun menyeberang sembarangan di sepanjang jalur kereta api guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa. (HERMAN BONZ)















