megaswaranews.com — Dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi pemerintah saat ini difokuskan agar kesejahteraan benar-benar terwujud melalui peningkatan penghasilan riil dan daya beli masyarakat.
Presiden menyampaikan harapannya agar penyaluran kredit rakyat dapat ditingkatkan hingga mencapai Rp400 triliun pada tahun 2027 guna menggerakkan ekonomi dari daerah. Pembiayaan tersebut rencananya akan disalurkan kepada petani, nelayan, masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan, daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan, dilansir megaswaranews.com dari situs resmi sekretariat presiden, Jum’at, (23/10).
Presiden juga menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian penyaluran kredit yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan jumlah penerima manfaat sekitar dua juta warga, sekaligus menekankan perlunya jangkauan pembiayaan tersebut terus diperluas guna meningkatkan taraf hidup masyarakat secara lebih luas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perluasan penyaluran kredit merupakan bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh daerah, di mana fokus pemerintah saat ini adalah menggerakkan ekonomi tidak hanya dari tingkat atas, melainkan juga dari bawah dan dari daerah-daerah, sehingga seluruh wilayah dapat berkembang secara bersama-sama.
Presiden menambahkan bahwa kekuatan ekonomi nasional harus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh para pekerja dan pelaku usaha yang berjuang menopang penghasilan keluarga. Ia menegaskan bahwa kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya seharusnya dirasakan oleh rakyat secara nyata, baik petani di desa, nelayan di pesisir, pedagang di pasar, maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Kesejahteraan, menurut Presiden, tidak boleh hanya menjadi sekadar slogan, melainkan harus tercermin dalam peningkatan penghasilan rakyat secara nyata dan peningkatan daya beli setiap keluarga. Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat hingga daerah memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengelola kekayaan negara, termasuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Kepada para kepala daerah, Presiden menyampaikan bahwa keberhasilan kepemimpinan sejati tercermin dari tingkat kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya. Seluruh potensi bangsa, katanya, harus diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut, karena tujuan utama dari kepemimpinannya adalah melihat rakyatnya hidup sejahtera.
Pernyataan ini mempertegas arah kebijakan ekonomi pemerintahan yang menempatkan ekonomi rakyat sebagai fondasi utama kekuatan nasional. Melalui perluasan pembiayaan yang direncanakan, pemerintah berharap terbuka lebih banyak kesempatan usaha, ekonomi keluarga semakin kuat, dan pembangunan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Sebagaimana ditegaskan oleh Presiden, ekonomi yang kuat bukan hanya yang tumbuh tinggi, melainkan yang mampu membuat rakyat semakin sejahtera. (Lison A Putra/megaswaranews)














