megaswaranews.com, BOGOR — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Pintu Satu Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis sore. Mereka mengkritik kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran dan mendesak pemerintah segera mengevaluasi sejumlah kebijakan nasional.
Dalam aksi evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebijakan pendidikan nasional.
Para mahasiswa menilai pemerintah perlu mengambil langkah lebih cepat untuk menangani berbagai persoalan yang mereka soroti. Mereka mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional agar penanganannya mendapat perhatian lebih serius.
Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan program MBG dan melakukan evaluasi terhadap program tersebut. Mereka juga menuntut pemerintah mewujudkan pendidikan gratis, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Presiden Mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, M. Alfadli Ridwan, menyampaikan sikap mahasiswa dalam aksi tersebut.
Mahasiswa menegaskan akan kembali menggelar aksi dengan melibatkan massa yang lebih besar apabila pemerintah tidak menanggapi tuntutan mereka.
Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian kritik mahasiswa terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran sekaligus desakan agar pemerintah mengevaluasi kebijakan yang menjadi perhatian mereka.
(Herman)














