megaswaranews.com, BANDUNG – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menyelenggarakan rangkaian acara Hari Penyiaran Daerah (Harsiarda) 2026. Bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), puncak perayaan tersebut dijadwalkan berlangsung di Pelataran Plaza Mekarsari, Kompleks Pemkab KBB pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengungkapkan bahwa Harsiarda tahun ini mengusung tema “Merawat Kearifan Lokal Menuju Jawa Barat Istimewa” Masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan edukatif dan sosial secara cuma-cuma mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB.
“Melalui kolaborasi dengan Pemkab Bandung Barat, kami menyelenggarakan senam sehat, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, donor darah, konsultasi kesehatan mental, hingga kompetisi menggambar bagi anak-anak,” jelas Adiyana pada Sabtu (10/10/2026).
Menurut Adiyana, agenda ini tidak hanya sekadar formalitas fungsi pengawasan eksternal lembaga penyiaran oleh KPID. Momentum ini dimanfaatkan untuk merangkul publik secara langsung di tengah pergeseran pola konsumsi media saat ini. KPID Jabar juga menggandeng sejumlah mitra strategis, seperti PRSSNI Jabar, ATVSI, dan RRI Bandung, guna menggaungkan kembali gerakan menonton TV dan mendengarkan radio sehat. Edukasi ini dinilai krusial di era disrupsi digital agar masyarakat tetap memanfaatkan media konvensional yang memiliki regulasi jelas dan terverifikasi.
Adiyana pun mengimbau publik, khususnya warga Bandung Raya dan KBB, untuk datang beramai-ramai memeriahkan acara ini. “Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir memanfaatkan berbagai fasilitas pelayanan gratis yang tersedia sambil membawa anak-anak mereka,” tutupnya.
sementara Ketua Pelaksana HARSIARDA Jawa Barat 2026, Lukman Munawar Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali memperkuat peran televisi dan radio di tengah perkembangan teknologi digital.
“Keberadaan media penyiaran konvensional masih penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, meskipun pola konsumsi informasi terus berubah seiring berkembangnya platform digital,” ujar Lukman.
Ia menjelaskan, pelaksanaan HARSIARDA tidak hanya berfokus pada sektor penyiaran, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sosial, ekonomi, hingga kesehatan. “Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyiaran, tetapi juga mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan kesehatan,” katanya. (Sofyan)















