megaswaranews.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) memperkuat upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya menembus pasar yang lebih luas melalui pameran INACRAFT Oktober 2026.
Dari lebih dari 600 UMKM yang dikurasi, sebanyak 24 pelaku usaha terpilih untuk mengikuti pameran kerajinan dan produk kreatif berskala nasional tersebut.
Senior Officer SMEPP PT Pertamina (Persero), Ferdy Saputra, mengatakan proses seleksi dilakukan untuk memastikan UMKM yang tampil di INACRAFT telah memiliki kesiapan usaha, mulai dari kualitas produk, kapasitas produksi hingga kemampuan penjualan.
Menurut Ferdy, proses kurasi mencakup UMKM binaan dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Lombok, hingga Sulawesi.
“Dari lebih dari 600 UMKM yang masuk ke Pertamina, kami melakukan kurasi, wawancara, dan pendalaman terhadap usaha mereka. Dari proses tersebut, terpilih sekitar 24 UMKM untuk mengikuti INACRAFT,” ujar Ferdy saat ditemui megaswaranews.com di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Dari total peserta terpilih, sebanyak 18 UMKM bergerak di bidang fesyen dan kerajinan (fashion and craft), sedangkan enam lainnya berasal dari kategori sebagai UMKM pangan.
Ferdy menjelaskan, keikutsertaan dalam INACRAFT merupakan bagian dari tahapan pembinaan Pertamina untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Sebelum mengikuti pameran nasional, UMKM terlebih dahulu mendapatkan pendampingan di tingkat regional melalui unit operasi Pertamina di berbagai daerah.
Pendampingan tersebut meliputi pelatihan usaha, fasilitasi keikutsertaan dalam pameran, serta bantuan pengurusan perizinan. UMKM yang telah memenuhi standar kesiapan usaha kemudian mendapat kesempatan mengikuti kegiatan berskala nasional.
“Pendampingan kami lakukan dari hulu ke hilir. Mulai dari aspek permodalan, kemudian pembinaan di tingkat regional, sampai akhirnya UMKM yang kapasitasnya sudah siap kami dorong ke tingkat nasional,” jelasnya.
Target Penjualan Lampaui Capaian Tahun Lalu
Selain memperluas akses pasar, partisipasi dalam pameran juga diharapkan meningkatkan penjualan produk UMKM binaan Pertamina.
Ferdy menyebutkan, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, total penjualan ritel UMKM binaan Pertamina mencapai sekitar Rp5 miliar. Sementara itu, pada dua hari pertama INACRAFT Oktober 2026, penjualan yang tercatat mencapai sekitar Rp1,6 miliar.
Pertamina berharap penjualan dapat meningkat selama akhir pekan, ketika jumlah pengunjung pameran diperkirakan lebih tinggi.
“Harapannya, pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, ketika animo masyarakat berkunjung meningkat, penjualan bisa terus bertambah. Syukur-syukur dapat melampaui capaian tahun lalu,” kata Ferdy.
Disiapkan Menembus Pasar Internasional
Pertamina juga menyiapkan tahapan lanjutan bagi UMKM binaan yang telah memiliki kesiapan untuk memasuki pasar ekspor.
Ferdy mengatakan, setelah mengikuti program dan pameran di tingkat nasional, pelaku usaha berpeluang diarahkan mengikuti program yang mendukung perluasan pasar internasional.
Ia menyebut Pertamina berencana terlibat dalam kegiatan kurasi UMKM untuk pasar ekspor melalui Trade Expo Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan pada pekan berikutnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pemasaran produk UMKM, sehingga pelaku usaha tidak hanya bergantung pada pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang menjangkau konsumen di luar negeri.
Di sisi lain, Pertamina menerapkan sistem giliran bagi mitra binaan untuk mengikuti berbagai pameran. Dengan mekanisme tersebut, kesempatan promosi diharapkan dapat menjangkau lebih banyak UMKM yang telah memenuhi persyaratan.
Ferdy pun mengajak para pelaku UMKM binaan untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas usahanya agar dapat mengikuti program pengembangan berikutnya.
Ia juga mengundang masyarakat mengunjungi INACRAFT yang berlangsung pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, sekaligus mendukung produk-produk UMKM melalui pembelian langsung. (Edwin S)















