megaswaranews.com, SUKABUMI – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, kembali membesar pada Minggu siang. Petugas kembali menemukan kobaran api di sejumlah bagian gunungan sampah setelah pemerintah daerah sebelumnya menyebut api telah padam dan hanya menyisakan asap.
Sekitar pukul 15.00 WIB, kobaran api kembali terlihat di beberapa titik tumpukan sampah. Asap tebal juga masih membumbung dari kawasan TPA dan terlihat dari sejumlah lokasi di sekitar area tersebut.
Petugas gabungan kembali melakukan penanganan untuk mengendalikan api. Petugas menduga titik api masih berada di bagian dalam tumpukan sampah sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Warga sekitar menyebut api terlihat dari bagian bawah gunungan sampah. Tingginya tumpukan sampah juga menyulitkan petugas menjangkau titik api secara langsung.
Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas Damkar Kota Sukabumi bekerja untuk memadamkan kobaran api sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api di bagian dalam tumpukan.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, sebelumnya mengunjungi TPA Cikundul pada Minggu pagi. Ia juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Sukabumi untuk mengetahui perkembangan penanganan kebakaran.
Bobby mengatakan pemerintah daerah menerima laporan bahwa petugas telah memadamkan api pada pagi hari dan memasuki tahap pendinginan.
“Alhamdulillah, pagi sekitar jam lima sampai jam enam, Pak Kadis menyampaikan sudah clear, apinya sudah padam, sudah pendinginan. Tinggal asapnya saja,” ujar Bobby.
Namun, Bobby meminta petugas tetap melakukan pemantauan karena tumpukan sampah di TPA mengandung gas metana yang dapat memicu munculnya kembali api.
“Di dalam tumpukan sampah itu ada gas metana. Walaupun apinya sudah mati, bisa muncul lagi,” katanya.
Petugas gabungan hingga Minggu siang masih memantau dan menangani titik api di kawasan TPA Cikundul. Pemerintah Kota Sukabumi meminta petugas terkait terus melakukan pengawasan hingga kondisi kebakaran benar-benar terkendali.
(SOFWAN ZULFIKAR)















