megaswaranews.com, GUNUNG SINDUR, KABUPATEN BOGOR – Warga Kampung Kaleo, Desa Cibandung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, dikejutkan dengan perubahan warna mata air di area pemakaman yang mendadak berubah menjadi merah.
Fenomena tersebut menarik perhatian warga. Sejumlah warga bahkan mendatangi lokasi untuk mengambil air menggunakan botol, ember, hingga galon.
Sebagian warga mengambil air karena muncul anggapan bahwa air tersebut memiliki khasiat tertentu. Namun, hingga kini belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan penyebab perubahan warna maupun kandungan air tersebut.
Warga Ambil Air untuk Mandi
Rekaman video amatir memperlihatkan warga berdatangan ke kubangan mata air di area pemakaman Kampung Kaleo.
Warga terlihat mengantre sambil membawa berbagai wadah untuk mengambil air yang berubah warna menjadi merah.
Fenomena itu kemudian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Salah seorang warga, Arfin, mengaku datang ke lokasi untuk mengambil air tersebut. Ia berencana menggunakan air itu untuk mandi.
Arfin mengatakan warga pernah menemukan fenomena serupa pada 1987.
“Dulu pernah seperti ini tahun 87 dan baru ada lagi sekarang. Banyak dipakai buat mandi karena banyak yang ngambil air.”
DLH Ambil Sampel Air
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor langsung meninjau lokasi setelah menerima informasi mengenai perubahan warna mata air tersebut.
Petugas DLH mengambil sampel air untuk menjalani pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan itu bertujuan mengetahui kandungan air sekaligus mencari penyebab perubahan warnanya.
Kepala DLH Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengatakan dugaan awal mengarah pada adanya zat pewarna yang terbawa ke sumber air. Namun, DLH belum dapat memastikan penyebabnya sebelum menerima hasil pemeriksaan laboratorium.
Teuku juga meminta masyarakat tidak mengonsumsi air tersebut untuk sementara waktu.
“Kami dari pemerintah memberitahu warga untuk tidak mengonsumsi dulu karena kita tidak tahu isi dari air ini, apakah ada zat-zat yang berbahaya atau tidak.”
Warga Diminta Tunggu Hasil Laboratorium
Pemerintah Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi maupun menggunakan air dari mata air tersebut sampai petugas menyelesaikan pemeriksaan.
DLH akan menentukan langkah selanjutnya setelah memperoleh hasil uji laboratorium. Pemerintah juga meminta warga tidak mengambil kesimpulan mengenai penyebab maupun manfaat air tersebut sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.
(suhanda)














