megaswaranews.com, BOGOR – Memanfaatkan bekal berharga dari program uji tanding (try out) langsung di Jepang, cabor Shorinji Kempo Kota Bogor memasang target tinggi di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Koleksi enam medali emas menjadi sasaran utama yang dibidik melalui persiapan komprehensif.
Dalam kompetisi yang berlangsung di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB tersebut, Kota Bogor mengutus 15 kenshi terbaiknya untuk bertarung di 13 nomor berbeda. Pelatih Shorinji Kempo Kota Bogor, Aryandi Sofyan, mengungkapkan bahwa meski bidikan formal yang dilaporkan adalah empat medali emas, skuadnya mengusung misi internal yang lebih besar.
“Kondisi fisik dan teknik anak-anak sudah sangat siap, apalagi kami sempat menimba ilmu ke Jepang. Secara administratif target kami empat emas, tetapi secara mandiri kami mematok enam emas. Kami memohon dukungan masyarakat agar target ini bisa terealisasi atau bahkan terlampaui,” tutur Aryandi.
Optimisme tersebut didasari oleh peta kekuatan tim di beberapa kategori andalan yang berpeluang besar mengunci posisi puncak. Sektor-sektor yang diunggulkan meliputi Embu berpasangan campuran Yudansha 2 Dan, Embu berpasangan campuran Yudansha 1 Dan, Embu Tandoku (Putra & Putri), Embu beregu campuran, serta Embu berpasangan Putra Kyu Kenshi.
Sebagai langkah taktis memaksimalkan pendulangan medali, tim pelatih sengaja memplot beberapa kenshi untuk turun di lebih dari satu nomor perlombaan.
Mekanisme turnamen saat ini masih bergulir di fase penyisihan lewat format double elimination (eliminasi ganda). Melalui regulasi ini, seorang atlet tidak langsung tersingkir saat menelan satu kekalahan, melainkan turun ke bagan bawah untuk menjaga kans juara.Skema laga masing-masing nomor terpantau variatif karena menyesuaikan jumlah kontestan yang berkisar antara 8 hingga 10 peserta.
“Format bagannya berbeda-beda. Ada kenshi yang mendapat keuntungan bye, ada yang baru naik matras besok, dan ada pula yang dijadwalkan langsung bertanding dua kali dalam sehari,” papar Aryandi menambahkan.
Mengenai situasi terkini di arena, satu wakil Kota Bogor di nomor Randori kelas 55–70 kg terpaksa turun ke lose bracket setelah menelan kekalahan. Kendati demikian, celah menuju medali emas masih terbuka lebar berkat sistem kompetisi yang dinamis tersebut.
Memetakan kekuatan lawan, Aryandi menyebut Kota Bandung sebagai penantang terkuat pada kategori kerapian teknik (Embu). Sementara untuk kategori tarung (Randori), dominasi kekuatan dianggapnya tersebar merata di seluruh wilayah Jawa Barat.
Kekuatan mental tim Kota Bogor tahun ini juga diperkuat oleh keberadaan delapan kenshi jebolan ekshibisi Pekan Olahraga Nasional (PON). Pengalaman jam terbang mereka diproyeksikan menjadi pembeda, khususnya pada empat nomor krusial.
Rangkaian modal matang ini membuat jajaran tim Shorinji Kempo Kota Bogor percaya diri mampu mempersembahkan torehan medali terbaik demi mendongkrak peringkat total kontingen mereka di Porprov XV Jabar 2026. (Cevi.S)















