megaswaranews.com, JONGGOL, KABUPATEN BOGOR – Srikandi Presidium Bogor Timur menyampaikan aspirasi pembangunan infrastruktur jalan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Mereka mengusulkan betonisasi ruas jalan di empat desa yang menghubungkan tiga kecamatan di wilayah timur Kabupaten Bogor.
Aspirasi tersebut disampaikan Srikandi Presidium Bogor Timur saat menghadiri acara pernikahan di Bumi Sultan Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (22/9/2026).
Melalui surat aspirasi, mereka mengajukan pembangunan atau betonisasi jalan di empat desa yang berada di Kecamatan Kelapa Nunggal, Jonggol, dan Sukamakmur.
Ketua Srikandi Presidium Bogor Timur, Nurjuani, mengatakan pembangunan jalan menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat di wilayah Bogor Timur. Menurut dia, peningkatan kondisi jalan diperlukan untuk memperlancar mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
“Pengajuan pembangunan yang ada di Bogor Timur salah satunya masalah jalan,” ujar Nurjuani.
Srikandi Presidium Bogor Timur berharap pemerintah dapat meningkatkan ruas jalan tersebut agar berfungsi sebagai akses penghubung antarwilayah. Mereka menilai konektivitas yang lebih baik dapat membantu masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pergerakan ekonomi di kawasan tersebut.
Selain mengusulkan pembangunan jalan, Srikandi Presidium Bogor Timur menyampaikan aspirasi terkait konektivitas menuju kawasan wisata Puncak Dua.
Ketua Presidium Bogor Timur, Nafizual Alhafiz Rana, meminta pemerintah memberikan kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan jalur Puncak Dua Sukamakmur.
Pihaknya juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat meninjau langsung kondisi ruas jalan yang mereka usulkan. Menurutnya, sebagian ruas yang diusulkan masih berupa jalan tanah dan urugan batu.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor tengah mengembangkan konektivitas di wilayah timur. Pemkab Bogor membuka jalan baru sepanjang sekitar 10 kilometer yang menghubungkan Jalan Transyogi dengan Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur. Pembangunan jalan tersebut dimulai pada 2025 dan ditargetkan tuntas pada 2026 untuk mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur.
Pembangunan konektivitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat akses antarwilayah di Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor juga melanjutkan rekonstruksi ruas jalan dari Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, menuju Sukamakmur melalui program Inpres Jalan Daerah pada 2026.
(edi)















