megaswaranews.com, CIAMPEA, KABUPATEN BOGOR – Musim kemarau panjang membawa kesulitan yang belum pernah dirasakan sebelumnya di Desa Cibuntu Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, wilayah Kebun Jeruk Cibuntu wetan. Hampir seluruh sumur dan sumber air warga mengering dan surut, menyisakan hanya satu mata air yang masih mengalir dengan baik, tepatnya berada di wilayah RW 04. Kondisi ini sempat membuat warga kelimpungan, namun kini mulai teratasi berkat upaya bersama yang berjalan baik beberapa hari terakhir. Kamis (17/9/2026)
Air bersih tersebut berasal dari sumber bawah tanah yang jernih dan terjamin kebersihannya, sangat layak digunakan untuk segala keperluan sehari‑hari warga seperti mandi, mencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga. Yang paling membahagiakan, air ini disalurkan secara gratis atau cuma‑cuma, tidak hanya bagi warga RW 4 tetapi juga bagi siapa saja di wilayah sekitarnya yang sedang membutuhkan bantuan air.
Upaya ini bergerak cepat karena pasokan dua tangki air yang sebelumnya telah diberikan oleh Pemerintah Daerah dirasakan belum cukup untuk memenuhi besarnya kebutuhan masyarakat. Maka digerakkanlah langkah mandiri dengan menyediakan mesin pompa, pipa paralon dan peralatan lain yang diperlukan agar air dapat mengalir lancar tanpa hambatan.
Ketua RW 04, Ace menjelaskan, baru 3 hari ini warganya kesulutan air bersih melanda di wilayah cibuntu wetan. “Kami bersyukur sekali masih memiliki sumber air ini di wilayah kami. Karena bantuan tangki belum mencukupi kebutuhan besar, kami bergerak mandiri bersama warga. Alat kami siapkan agar air dari bawah tanah bisa terangkat dan dinikmati semua orang tanpa dibatasi jumlahnya.”
Warga sekitar, Marni, harus rela antri untuk memdapatkan air bersih. “Selama kemarau begini air di rumah saya dan tetangga semua surut. Bingung sekali harus mencari ke mana. Alhamdulillah sekarang terbantu besar sekali. Airnya bersih dan cukup untuk keperluan mandi, cuci dan masak. Sangat melegakan hati kami ibu‑ibu di sini.”
Kepala Desa Cibuntu, AHMAD YANI, turun tangan langsung dan menjamin masa depan sumber air yang berharga ini.
“Ini adalah pengalaman pertama kalinya kami mengalami kekeringan sedemikian parahnya; biasanya mata air masih banyak tersedia. Langkah penanganan darurat sudah berjalan baik dan lancar. Harapan kami agar mata air ini tetap terjaga dan tak pernah kering ke depannya. Jika keadaan terus lancar, kami bertekad akan segera membangun fasilitas penampungan dan saluran yang permanen, rapi serta teratur agar siap menjawab tantangan di masa‑masa mendatang.” pungkasnya
Kegiatan berjalan tertib berlandaskan semangat kebersamaan dan swadaya masyarakat setempat. (manabd)














