megaswaranews.com, SUKABUMI — Obrolan santai di sebuah warung kopi melahirkan gagasan untuk menyediakan ruang bagi aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki hobi dan bakat di bidang musik. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi Festival Band ASN Pemerintah Kota Sukabumi.
Panitia menggelar Festival Band ASN selama dua hari, 12-13 September 2026, di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Kegiatan ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi.
Panitia mengandalkan semangat gotong royong, dukungan sponsor, komunitas ekonomi kreatif, serta mitra media untuk menggelar festival tersebut.
Ketua Pelaksana Festival Band ASN, Heru Wibisana, mengatakan gagasan kegiatan muncul dari Forum Komunikasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kota Sukabumi.
“Para musisi itu banyak karyanya, tapi tidak ada wadahnya. Nah, kita berinisiatif mengadakan sebuah festival,” ujar Heru.
Festival tersebut tidak hanya menghadirkan ASN. Panitia juga mengajak P3K paruh waktu dan tenaga outsourcing untuk tampil di atas panggung. Para peserta menunjukkan kemampuan bermusik di sela-sela aktivitas mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Heru mengatakan proses pembahasan festival kemudian melahirkan gagasan lain, yakni Senandung Sejarah Sukabumi (SASS). Program tersebut mengajak masyarakat mengenal kembali sejarah Kota Sukabumi melalui kegiatan seni dan pertunjukan musik.
Panitia memilih Gedung Juang 45 sebagai salah satu bagian dari konsep SASS untuk memperkenalkan sejarah dan nilai penting bangunan tersebut kepada masyarakat.
Ke depan, pengelola akan mengembangkan SASS melalui pertunjukan live akustik secara rutin setiap malam Sabtu dan malam Minggu. Kegiatan tersebut juga akan membuka ruang interaksi bagi masyarakat.
Selain menghadirkan pertunjukan musik, pengelola SASS menyiapkan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka.
Pengelola juga akan memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan YouTube untuk memperluas jangkauan promosi kegiatan dan karya para musisi.
Festival Band ASN sekaligus menunjukkan kolaborasi antara ASN, komunitas, sponsor, pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, dan masyarakat. Mereka menggerakkan kegiatan kreatif melalui gotong royong tanpa mengandalkan APBD Kota Sukabumi.
(Sofwan Zulfikar)















