megaswaranews.com — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak tajam. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan rudal balistik dan drone terhadap dua pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah Yordania dilansir dari Reuters, Senin (1/9/2026). Serangan ini dijalankan sebagai tanggapan langsung atas sanksi baru serta serangan militer AS terhadap posisi Iran di Selat Hormuz.
Rincian Serangan
Serangan berlangsung pada Senin dini hari, 31 Agustus 2026, waktu setempat. Dua pangkalan militer AS yang menjadi sasaran adalah Pangkalan Udara King Hussein dan Pangkalan Udara Al-Azraq – pangkalan utama penempatan pasukan Amerika di Yordania.
Iran menyatakan menggunakan rudal balistik tipe Kheibar Shekan, Qadr, dan Emad dalam serangan tersebut. Dalam pernyataannya, IRGC mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah infrastruktur teknis, fasilitas perbaikan pesawat, serta area penempatan pesawat tempur musuh.
Sementara itu, pihak berwenang Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat delapan rudal balistik sebelum mencapai sasaran, sehingga tidak menimbulkan kerusakan parah maupun korban jiwa di wilayah pemukiman warga.
Respons Presiden AS Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras tindakan tersebut dan berjanji akan merespons dengan tegas.
“Kami akan memukul mereka dengan sangat keras. Akan ada respons yang signifikan dan membalas dendam. Mereka tidak akan lolos begitu saja.” ujar Trump dalam pernyataan pers di Gedung Putih.
Trump juga menegaskan sistem pertahanan udara AS berhasil mencegat sebagian besar rudal dan drone yang diluncurkan Iran. Pemerintah AS saat ini sedang menyusun langkah balasan yang dinilai tepat dan setimpal.
Latar Belakang Dan Potensi Eskalasi
Serangan ini merupakan imbalan atas serangan militer AS pada Minggu, 30 Agustus 2026, yang menghancurkan dua peluncur roket milik IRGC di Pulau Larak, Selat Hormuz hingga jalur pelayaran strategis yang menjadi akses utama ekspor minyak kawasan Teluk Persia.
Sebelumnya, Iran telah memperingatkan, “Setiap agresi terhadap kedaulatan wilayah Iran akan dibalas dengan serangan yang jauh lebih dahsyat dan menghancurkan.”
Konfrontasi langsung ini menjadi yang terberat antara kedua negara sejak akhir Juli 2026. Dunia internasional kini memantau dengan cermat perkembangan terbaru, mengkhawatirkan eskalasi yang dapat meluas ke seluruh kawasan dan mengganggu stabilitas pasokan energi global. (Lison A.P)















