megaswaranews.com, LEUWILIANG, KABUPATEN BOGOR – Kabar gembira sekaligus kebanggaan datang dari Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang. Tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025 milik warga setempat kini telah tuntas dibangun dan diperbaiki sepenuhnya lewat program rehabilitasi bantuan pemerintah, berubah menjadi hunian kokoh, bersih, sehat, dan layak ditempati keluarga. Keberhasilan pelaksanaan ini dinilai begitu rapi, tepat sasaran, dan berjalan lancar—sehingga Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi menetapkan Desa Cibeber 1 sebagai Lokasi Percontohan serra teladan pelaksanaan RTLH bagi seluruh desa se‑Kabupaten Bogor. Rabu (27/8/2026)
Tiga warga penerima bantuan rehabilitasi RTLH Tahun 2025 ini, yaitu
DANI ADNANI, Kampung Gunung Tangkil Barat, RT 003 / RW 003, ANDRES UNDIA, Kampung Sukabakti, RT 002 / RW 011 dan RIKI ZULKARNAEN –Kampung Hegarsari II, RT 001 / RW 007
Sebelum mendapat bantuan, ketiga bangunan ini kondisinya sangat memprihatinkan, dinding dari bilik dan rapuh, banyak bagian berlubang, rangka serta penutup atap sudah tua dan kerap bocor saat hujan turun, lantai masih berupa tanah yang berdebu maupun menjadi becek, serta belum memiliki fasilitas sanitasi, air bersih, dan saluran pembuangan limbah yang memenuhi standar kesehatan. Kondisi semacam ini tentu membuat penghuninya kerap merasa gelisah, tidak aman, dan kurang sehat dalam menjalani kehidupan sehari‑hari.
Kondisi rumah warga sebelum di bangun oleh pemerintah melalui RTLH sanagt memprihatinkan.
Melalui program penanganan RTLH, ketiga hunian tersebut kini telah dibangun ulang maupun diperbaiki secara menyeluruh, dinding sudah tertutup tembok rapi dan dicat, lantai dilapisi keramik yang rata dan kuat, kerangka serta atap diganti baru sehingga tidak lagi bocor, dilengkapi pula dengan pembangunan kamar mandi dan jamban sehat, saluran air bersih serta air kotor yang teratur dan memenuhi syarat kesehatan. Rumah‑rumah itu kini terlihat rapi, bersih, kokoh berdiri, dan siap melindungi keluarga penghuninya dari panas maupun hujan.
Kepala Desa Cibeber 1, Hj. Susiawati, menyampaikan rasa syukur yang sedalam‑dalamnya sekaligus terima kasih kepada Bupati Bogor, Wakil Bupati, dinas terkait, serta seluruh pihak yang telah menyalurkan perhatian, anggaran, dan tenaga sampai ke warga desanya.
“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya hari ini selesai dan tuntas sudah pembangunan serta perbaikan tiga Rumah Tidak Layak Huni milik warga kita—Bapak Dani Adnani, Bapak Andres Undia, serta Bapak Riki Zulkarnaen. Mulai dari persiapan, pemilihan penerima yang benar‑benar membutuhkan, pelaksanaan pembangunan hingga penyerahan kunci, semua berjalan lancar, penuh semangat gotong‑royong, transparan, dan kekeluargaan.” ujarnya
“Ibarat pepatah, rumah bukan sekadar bangunan tempat berteduh—melainkan benteng tempat tumbuhnya anak‑anak, tempat beristirahatnya orang tua, dan pusat kehidupan sehari‑hari keluarga. Kalau rumahnya sudah aman, sehat, dan layak huni, maka semangat hidup pun bangkit, kesehatan keluarga lebih terjaga, dan langkah menuju kesejahteraan masyarakat perlahan terwujud. Dan karena seluruh prosesnya teratur, rapi, tepat sasaran, melibatkan pengawasan warga serta kelembagaan desa, maka kami pun mendapat amanah besar, Desa Cibeber 1 dipercaya dijadikan contoh percontohan pelaksanaan RTLH bagi desa‑desa lain di seluruh Kabupaten Bogor,” lanjutnya
Setelah mendapat bantuan RTLH melalui Desa Cibeber 1, rumah waga berubah total
Salah satu penerima bantuan, Riki Zulkarnaen, tak kuasa menahan rasa haru saat melihat huniannya yang kini sudah bagus, kuat, dan nyaman ditempati. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Desa, tetangga serta semua pihak yang sudah peduli dan membantu mewujudkan rumah yang layak, aman, dan sehat. “Sekarang kami bisa tidur tenang, tidak perlu cemas lagi saat hujan turun atau angin bertiup kencang. Semoga kebaikan ini dibalas Yang Maha Kuasa,” ucap
Tim pemantau daru DPKPP Kabupaten Bogor, Yopi serta dari Tim Kecamatan Leuwiliang, menyatakan bahwa pelaksanaan di Desa Cibeber 1 menjadi teladan yang patut dibanggakan, mulai dari kerjasama antarwarga, peran aktif RT/RW, transparansi dalam penetapan penerima yang benar‑benar membutuhkan, hingga pengawasan kualitas pembangunan yang dilakukan secara terus‑menerus.

“Kami melihat Desa Cibeber 1 mampu melaksanakan program RTLH dengan sangat baik, rapi, dan penuh tanggung jawab, sesuai prinsip pembangunan yang partisipatif, bersih, dan memberi manfaat nyata langsung ke tangan warga yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, kami tetapkan Desa Cibeber 1 menjadi lokasi percontohan, agar pola kerja, langkah‑langkah, serta keberhasilan di sini dapat ditiru, dipelajari, dan diterapkan pula di wilayah lain,”ujarnya
Kini, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa manakala pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah bersatu hati, hal sulit sekalipun bisa terwujud dengan baik dan sempurna. Hj. Susiawati juga berjanji akan menjaga amanah ini, terus bekerja lebih giat lagi, dan berharap agar tahun‑tahun mendatang semakin banyak warga yang huniannya dapat dibantu menjadi lebih layak, sehat, dan nyaman.
“Mari kita jadikan semangat ini untuk terus saling membantu, bergotong royong, membangun desa kita dari rumah‑rumah warganya, satu demi satu, perlahan tapi pasti, sampai tidak ada lagi warga Kabupaten Bogor yang tinggal di hunian tidak layak. Semoga keberhasilan hari ini menjadi awal kemajuan yang terus berlanjut, membawa kebahagiaan, kenyamanan, serta kemakmuran bagi seluruh masyarakat kita,” pungkasnya ( manabd )















