megaswaranews.com, BOGOR – Dari halaman Istana Kepresidenan Bogor, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dan ribuan masyarakat mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan penaikan bendera HUT ke-81 Republik Indonesia yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dari Halaman Istana Merdeka, pukul 10.00 WIB, Senin (17/8/2026).
Setelah upacara, masyarakat mengikuti Jamuan Rakyat Istana Kepresidenan Bogor. Sebelum acara dimulai, ribuan warga menggelar doa bersama untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatera Utara yang terdampak gempa. Habib Hasan memimpin doa tersebut.
Dedie Rachim, Jenal Mutaqin, dan Forkopimda menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas Jamuan Rakyat Istana Kepresidenan Bogor.
“Mari kita pekikkan salam kebangsaan, Merdeka, Merdeka, Merdeka! Dari Istana Bogor kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” ucap Dedie.
Di dalam istana, anak-anak bermain di playground. Sementara itu, warga menikmati jamuan kuliner, mengikuti lomba, menyaksikan hiburan, dan mendapatkan doorprize.
Dedie mengatakan Kepala Istana Kepresidenan Bogor bekerja sama dengan Pemkot Bogor dan Forkopimda untuk mengundang perwakilan dari 68 kelurahan. Mereka juga menggelar doa bersama untuk korban gempa.
“Bogor merasa sangat bersyukur atas jamuan rakyat dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga Kepala Istana Kepresidenan Bogor bekerja sama dengan Pemkot Bogor dan Forkopimda mengundang perwakilan dari 68 kelurahan di Kota Bogor untuk ikut dalam jamuan rakyat. Kita juga melaksanakan doa bersama atas peristiwa bencana gempa,” ujarnya.
Menurut Dedie, Jamuan Rakyat Istana Kepresidenan Bogor menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk melihat langsung bagian dalam istana. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi tradisi tahunan yang mempererat hubungan pemerintah dan masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah tradisi di mana antara masyarakat dan pemerintah itu tidak ada jarak. Sehingga masyarakat bukan hanya melihat dari sisi luar pagar saja, tapi bisa melihat langsung sebuah aset yang dimiliki bangsa kita yang sangat indah berada di tengah Kota Bogor,” kata Dedie.
Pemkot Bogor mengundang masyarakat prasejahtera dari desil satu yang berasal dari 68 kelurahan. Setelah acara, warga membawa pulang bingkisan.
Sumiati, penyandang disabilitas netra dari Kecamatan Bogor Utara, merasa bahagia karena untuk pertama kalinya masuk ke Istana Kepresidenan Bogor. Selama ini, ia hanya melihat istana dari luar pagar saat melintas di Sistem Satu Arah (SSA).
“Senang sekali. Kan saya disabilitas, karena jangankan yang disabilitas, yang umum saja tidak bisa masuk begitu saja. Tapi dengan undangan ini Alhamdulillah saya masuk. Bisa bawa anak juga dan pas di lokasi Alhamdulillah ketemu teman juga dari wilayah lain,” ujar Sumiati yang menjadi bagian Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Bogor.
Sumiati juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Pemkot Bogor, dan seluruh pihak yang peduli terhadap penyandang disabilitas.
(Hendi)














