megaswaranews.com, DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR — Duka mendalam menyelimuti warga Kampung Ciherang Tengah, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Dua bocah berusia sangat belia, Arsad Maulana (5 tahun) dan sepupunya Razka Alfansyah (3 tahun), meninggal dunia setelah ditemukan mengambang di sebuah kolam ikan, tidak jauh dari rumah mereka, pada Minggu sore. (4/10/2026)
Kedua anak itu baru saja bermain di sekitar pemukiman sebelum tiba-tiba hilang dari pandangan keluarga. Kekhawatiran mulai muncul ketika kedua orang tua tidak menemukan anak-anak mereka di tempat biasa bermain. Pencarian dilakukan dengan cemas, hingga mata mereka tertuju ke arah kolam ikan yang lokasinya hanya berjarak pendek dari kediaman korban.
Di sana, hati orang tua seakan hancur berkeping-keping: terlihat sepeda milik anak-anak berada di pinggir kolam, dan tak lama kemudian, tubuh kedua bocah malang itu ditemukan mengambang di permukaan air. Jerit tangis dan kepanikan langsung memecah kesunyian sore itu. Warga yang mengetahui peristiwa itu segera berdatangan, histeris mencoba menolong, dan bergegas membawa kedua korban ke klinik terdekat, namun nyawa keduanya tak dapat diselamatkan.
Suwardi, kerabat korban, menceritakan betapa peristiwa itu terjadi begitu cepat dan memilukan.
“Awalnya orang tua mencari anak-anak mereka, lalu melihat sepeda mereka di tepi kolam. Saat dilihat ke dalam, kedua anak itu sudah mengambang. Semua terjadi begitu cepat…” ucapnya dengan suara tertahan.
Berita duka ini seketika menyebar luas di media sosial hingga ke grup percakapan warga, disertai video yang memperlihatkan kepanikan dan kesedihan mendalam warga yang datang melayat. Hingga Minggu malam, suasana duka masih terasa begitu pekat di rumah duka, di mana kedua orang tua korban tak kuasa menahan tangis saat melihat jasad buah hatinya yang masih kecil.
Kedua jenazah telah dimandikan dan disemayamkan di rumah keluarga, dan direncanakan akan dimakamkan pada hari berikutnya di pemakaman keluarga setempat.
Kepala Desa Ciherang, Suherwin, turut berduka cita atas musibah yang menimpa warganya. Ia juga memohon kepada seluruh orang tua di wilayahnya agar lebih waspada dan selalu mengawasi pergerakan anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah.
“Benar, kami menerima laporan adanya dua anak yang meninggal di kolam ikan. Kabarnya mereka sedang bermain. Ini musibah yang sangat menyedihkan. Saya memohon kepada seluruh warga, tolong perhatikan anak-anak kita. Jangan biarkan mereka bermain sendirian di dekat perairan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua,” pesan Suherwin dengan haru.
Kehilangan dua anak yang masih begitu kecil, di tempat yang seharusnya paling aman—tak jauh dari rumah—menjadi peringatan pedih bagi setiap keluarga. Cinta dan pengawasan orang tua adalah benteng pertama agar tragedi serupa tidak terulang. (manabd)














