megaswaranews.com, CIBUNGBULANG – Ancaman kekeringan yang kerap menghantui petani saat musim kemarau kini mulai teratasi. Saluran irigasi Leuwilbaimin di Kampung Pabuaran Tonggoh RT 01/05, Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang, telah rampung dibangun dan diperbaiki melalui program pemerintah.
Kini, lahan pertanian seluas 30 hektar di Desa Girimulya tidak lagi terancam gagal panen akibat krisis air saat musim kemarau tiba. Jum’at (17/7)
Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Jaya Mulya Desa Girimulya, Dedy Maulana, menyambut gembira pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian PUPR. Program ini sudah lama dinantikan warga untuk menjamin aliran air ke areal persawahan mereka.
Sebelumnya, kondisi saluran irigasi Leuwilbaimin banyak mengalami kerusakan hingga jebol. Hal ini menghambat aliran air, sehingga petani kesulitan mendapatkan pasokan air yang memadai saat kemarau. Bahkan saat musim hujan pun, air tidak dapat mengalir lancar dari hulu ke hilir.
“Dengan selesainya pembangunan irigasi sepanjang sekitar 350 meter ini, pasokan air ke persawahan kini jauh lebih terjamin. Kami tidak perlu lagi cemas menghadapi kekeringan saat musim kemarau,” ujarnya
Ia menambahkan, sektor pertanian di desanya mencakup lahan sekitar 20 hektar, sehingga keberadaan saluran irigasi yang berfungsi baik sangatlah vital. Perbaikan ini sangat meringankan beban petani serta menjaga kelangsungan dan kualitas hasil panen mereka.
Di akhir pernyataannya, Dedy berharap pembangunan dan perbaikan irigasi serupa dapat terus berlanjut. Pasalnya, masih banyak jaringan irigasi lain yang membutuhkan penanganan agar seluruh lahan pertanian di Desa Girimulya dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami berharap seluruh jaringan irigasi pertanian di Desa Girimulya nantinya dapat berfungsi dengan optimal berkat dukungan berkelanjutan dari pemerintah,” pungkasnya. (manabd)















