megaswaranews.com, LEUWISADENG – Suasana hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Pesona Dywantara sempat berubah menjadi tegang dan mengejutkan saat sambutan dari Pembina Yayasan berlangsung. Namun siapa sangka, kemarahan yang sempat meluap itu seketika berubah menjadi air mata haru saat ia menyadari bahwa dirinya sedang menjadi sasaran kejutan manis dari seluruh Siswa/i, Pengurus dan Guru sekolah. Rabu (15/7)
Kejadian bermula saat H. Budy Antoro sedang di depan ratusan calon siswa SMK dan SMP untuk memberikan arahan. Tiba-tiba terjadi keributan kecil di antara beberapa calon siswa dan Panitia MPLS di barisan belakang hingga terlihat seolah-olah sedang berkelahi. Melihat hal itu, wajah Pembina Yayasan langsung berubah serius dan nada bicaranya meninggi karena merasa ketertiban sedang dilanggar saat upacara berlangsung.
Suasana sempat hening dan mencekam seketika itu juga. Namun belum lama kemarahan itu terungkap, tiba-tiba keributan tersebut berhenti. Panitia MPLS, pengurus OSIS, beserta para guru berjalan mendekati sambil membawa kue ulang tahun yang indah.
Seketika itu pula ratusan siswa dan guru serentak menyanyikan lagu selamat ulang tahun dilanjutkan dengan doa bersama untuk H. Budy Antoro. Ternyata apa yang terjadi tadi hanyalah bagian dari skenario yang disusun rapi untuk memberikan kejutan istimewa di hari ulang tahunnya.
Kemarahan yang sempat meluap seketika lenyap berganti dengan ekspresi terkejut yang kemudian berubah menjadi keharuan mendalam. H. Budy Antoro terlihat mengusap matanya yang berkaca-kaca saat menyadari bahwa perlakuan itu adalah bukti kasih sayang dari seluruh warga sekolah yang merindukan momen kebersamaan.
“Sungguh tak terduga, ini baru pertama kali dalam hidup saya diprank sedemikian rupa dengan cara yang begitu indah dan berkesan. Saya kira benar-benar terjadi hal yang tidak diinginkan, ternyata disiapkan kejutan yang luar biasa menyentuh hati,” ujar H. Budy Antoro dengan suara yang sedikit bergetar menahan haru.
Ia mengaku sangat terharu melihat betapa besarnya perhatian yang diberikan oleh para siswa dan pendidik. Hal itu dinilainya sebagai bukti bahwa rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah ini benar-benar tumbuh kuat, sesuai dengan tema MPLS tahun ini: “Menyapa dengan cinta, belajar dengan bahagia di rumah kedua.”
Kehadiran kue ulang tahun dan nyanyian tulus itu menjadikan hari pertama perkenalan sekolah bukan sekadar rutinitas, melainkan awal yang penuh makna bagi seluruh peserta didik baru untuk memahami bahwa di sini mereka tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan rasa sayang dan menghargai sesama.
Kejutan manis ini pun menjadi kenangan awal yang tak terlupakan, sekaligus mengukuhkan tekad Pembina Yayasan untuk terus berjuang memajukan pendidikan demi masa depan putra-putri yang dipercayakan kepada lembaganya. (manabd)














