megaswaranews.com, TENJOLAYA – Harapan agar perbaikan sarana dan prasarana di lingkungan Puskesmas Pembantu Gunung Mulya Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor, dapat segera terlaksana semakin menguat, meskipun perjalanan pengusulannya sudah berlangsung sangat lama dan belum juga menemukan titik terang hingga saat ini. Usulan yang kini masuk dalam daftar prioritas pembangunan kesehatan tersebut sebenarnya sudah diajukan sejak masa kepemimpinan kepala puskesmas sebelumnya, namun hingga kini belum pernah dieksekusi sama sekali dan kerap kali terlewatkan dalam perencanaan anggaran tahunan.
Hal ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Puskesmas Tenjolaya, Dian Nurdiani, saat menghadiri kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tenjolaya. Menurut Dian, usulan yang disampaikan saat ini merupakan usulan ketiga yang diajukan untuk kebutuhan yang sama, mengingat upaya-upaya sebelumnya belum membuahkan hasil yang nyata meskipun persyaratan administrasi sudah dipenuhi. Selasa (14/7)
“Ini adalah riset atau usulan ketiga yang kami sampaikan khusus untuk penanganan di Puskesmas pembantu Gunung Mulya. Memang hal ini bermula dari permintaan dan pengajuan pimpinan lama atau kepala puskesmas yang menjabat sebelum saya, namun sayangnya pengajuan tersebut belum pernah masuk dan terealisasi sama sekali. Saya sendiri baru menjabat selama satu tahun di sini, namun terus berupaya sekuat tenaga agar rencana ini tidak terus-menerus dilewati dan benar-benar segera dieksekusi,” ujar Dian Nurdiani di hadapan para wakil rakyat.
Dijelaskan lebih rinci bahwa penanganan utama yang sangat mendesak dilakukan adalah pekerjaan penurapan di area puskesmas. Sebenarnya sejak tahun 2015 usulan tersebut sudah diserahkan ke berbagai jenjang perencanaan pembangunan, dan sempat mendapatkan kabar baik ketika pihak Badan Pertanahan datang langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan keaslian serta legalitas status tanah. Saat itu diharapkan penanganan tersebut sudah bisa dilaksanakan pada tahun 2017, namun kenyataannya hingga saat ini belum ada tanda-tanda pelaksanaan fisik di lapangan.
Selain penurapan yang menjadi usulan utama, kini pihaknya juga menambahkan kebutuhan pembangunan fasilitas penunjang lainnya yang juga sangat diperlukan demi kenyamanan dan keamanan bersama. “Ada penambahan usulan baru yaitu pembangunan area parkir kendaraan serta pemasangan pagar pembatas di sekeliling gedung puskesmas. Hal ini sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan aset serta aktivitas yang ada di lingkungan puskesmas tersebut,” tambahnya.
Terkait kondisi fisik bangunan Puskesmas Pembantu Gunung Mulya secara keseluruhan, Dian menyatakan bahwa sebenarnya masih layak digunakan dengan tingkat kerusakan yang tergolong ringan. Selama ini perawatan rutin dan perbaikan kecil selalu dilakukan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin yang tersedia dalam anggaran operasional puskesmas setiap tahunnya. Namun berbeda dengan penanganan penurapan, pekerjaan tersebut membutuhkan biaya yang nilainya cukup besar sehingga tidak mungkin lagi ditangani menggunakan anggaran pemeliharaan biasa dan harus masuk dalam daftar anggaran pembangunan daerah.
“Kami terus berusaha mengajukan usulan ini di setiap forum musyawarah perencanaan pembangunan dari tingkat paling bawah hingga ke tingkat kabupaten. Alhamdulillah tanggapan dari pihak dewan perwakilan rakyat sangat baik dan mendukung penuh kebutuhan tersebut. Kita tinggal duduk bersama mencari jalan tengah dan saling mengawal agar rencana ini tidak kembali tertunda lagi,” jelasnya.
Sementara itu memberikan tanggapan atas usulan yang disampaikan, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, Wasto, menjelaskan mengenai kemungkinan waktu pelaksanaan pembangunan tersebut mengingat penyusunan anggaran memiliki aturan dan tahapan yang harus diikuti.
“Kami memahami kebutuhan tersebut dan siap mendukungnya. Namun perlu dipahami bahwa jika tidak ada penyesuaian atau perubahan dalam daftar prioritas pembangunan pada tahun berjalan ini, maka pembangunan belum bisa dilaksanakan tahun ini. Namun jika disepakati dan dimasukkan ke dalam perencanaan, maka pekerjaan penurapan, pembangunan area parkir serta pemasangan pagar tersebut ditargetkan akan mulai dibangun secara fisik pada tahun anggaran 2027 mendatang,” tegas Wasto.
Meskipun harus menunggu waktu yang cukup lama lagi mengingat usulan ini sudah berjalan lebih dari satu dekade sejak pertama kali diajukan, namun pihak Puskesmas Gunung Mulya dan masyarakat sekitar merasa sedikit lebih tenang karena kini sudah ada kepastian arah dan jadwal yang jelas sehingga mereka bisa menantikan adanya perbaikan pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi di masa depan. (manabd)















