megaswaranews.com, CIOMAS – Kecamatan Ciomas menyimpan peran yang sangat istimewa dalam lembaran sejarah berdirinya Kabupaten Bogor. Wilayah ini tercatat sebagai salah satu dari sembilan kampung awal yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kabupaten Bogor pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Hingga berabad-abad kemudian, jejak sejarah, nilai budaya, dan warisan alamnya tetap terjaga dengan baik, bahkan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat dan keberlangsungan kehidupan di wilayah ini. Senin (15/6/2026)
Sejak masa awal pembentukan administrasi pemerintahan, Ciomas telah diakui sebagai salah satu pusat peradaban yang turut meletakkan dasar berdirinya kabupaten ini. Keberadaannya tidak hanya tercatat dalam dokumen sejarah, tetapi juga terus dihidupkan melalui berbagai tradisi dan kegiatan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu bentuk pelestarian sejarah tersebut terlihat dari tradisi pengambilan air dan tanah yang kerap dilakukan dalam berbagai momen penting daerah.
Saat di hubungi melalui telepon selulernya, Camat Ciomas, Tirta Juwarta, menegaskan bahwa tradisi tersebut bukan sekadar seremonial belaka, melainkan wujud nyata penghormatan kepada leluhur dan upaya menjaga keutuhan wilayah. “Pengambilan air maupun tanah dari wilayah ini memiliki makna yang mendalam. Tujuan utamanya adalah memelihara adat istiadat sekaligus menjadi simbol persatuan dan keutuhan Kabupaten Bogor. Kita harus ingat bahwa Kampung Ciomas adalah bagian penting dari awal mula terbentuknya kabupaten ini, sehingga warisan ini wajib kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.
Kepala Desa CIOMAS, menyerahkan tanah salah satu makam keramat kepada Camat Ciomas
Selain nilai sejarah dan budaya, Ciomas juga memiliki aset alam yang sangat berharga dan memberikan manfaat besar hingga saat ini, yaitu Mata Air Ciburial. Dahulu, kawasan ini dikenal dengan nama Kampung Cisalada. Pembangunan sistem pengaliran air dari sumber ini dilakukan secara bertahap selama kurun waktu 1918 hingga 1922, tepatnya pada masa penjajahan Belanda.
Pada awal perancangannya, sumber air ini dibangun dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi Istana Merdeka dan wilayah sekitarnya. Namun seiring berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk yang pesat serta perkembangan wilayah membuat fungsi dan manfaat Mata Air Ciburial semakin meluas dan menjangkau lebih banyak daerah.
“Alhamdulillah, seiring dengan perkembangan zaman, air yang mengalir dari Mata Air Ciburial kini telah menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi hampir seluruh wilayah Kabupaten Bogor, termasuk kawasan pusat pemerintahan Istana Kepresidenan, Pemda Kabupaten Bogor di Cibinong dan daerah-daerah sekitarnya,” jelas Tirta Juwarta.
Camat Ciomas Tirta Juwarta beserta rombongan menuju sumber mata air Ciburial
Bagi masyarakat Ciomas, keberadaan sumber air ini tidak hanya dipandang sebagai aset ekonomi atau infrastruktur semata, melainkan bagian tak terpisahkan dari sejarah hidup dan identitas mereka. Air yang mengalir dari Ciburial dianggap sebagai anugerah alam sekaligus warisan leluhur yang harus dijaga kelestariannya. Berbagai upaya pelestarian terus dilakukan, mulai dari menjaga kebersihan kawasan hulu, mencegah pencemaran, hingga menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga sumber daya alam.
Hingga saat ini, semangat menjaga alam dan memelihara sejarah tetap menjadi komitmen bersama antara Pemerintah Kecamatan Ciomas dan seluruh lapisan masyarakat. Mengingat kedudukannya sebagai salah satu titik awal berdirinya Kabupaten Bogor, masyarakat Ciomas bertekad terus melestarikan warisan ini agar tetap memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat luas, baik di masa kini maupun bagi generasi yang akan datang. Pungkasnya.***















