megaswaranews.com, CIAMPEA – Semangat menumbuhkan kecintaan membaca Al-Qur’an sejak dini menyelimuti pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/8) Kegiatan yang digelar tepat pada awal bulan Agustus ini berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan seluruh warga.
Kegiatan sekaligus penggiat keagamaan di wilayah tersebut, bahwa MTQ tahun ini diikuti sebanyak 34 peserta yang bersaing di enam bidang lomba. Jumlah peserta tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun pelaksanaan seleksi dan perlombaan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
Kepala Desa Cibanteng, Warso menjelaskan diadakannya lomba MTQ tingkat Desa Cibateng. “Alhamdulillah tahun ini diikuti 34 peserta dalam enam bidang lomba. Meskipun waktu pelaksanaannya singkat, jumlah peserta justru meningkat dari tahun lalu,” ujarnya
Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan utama digelarnya MTQ tingkat desa ini adalah menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan membaca Al-Qur’an di kalangan anak-anak dan masyarakat luas. Pemenang yang menjadi juara pada tingkat desa nantinya akan dikirim untuk mewakili Desa Cibanteng berlaga di tingkat Kecamatan Ciampea.
“Tujuan kita lomba ini tidak lain agar anak-anak kita gemar dan senang membaca Al-Qur’an. Para juara nantinya akan kita kirim untuk berlaga di tingkat kecamatan. Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak, kegiatan ini berjalan dengan lancar meskipun persiapannya singkat,” tambahnya.
Dari enam bidang lomba yang diperlombakan, Desa Cibanteng memiliki harapan besar pada cabang Tilawah Golongan Dewasa Putra untuk meraih hasil terbaik di tingkat kecamatan nanti.
“Keunggulan kita andalkan di cabang Tilawah Dewasa Putra. Mudah-mudahan ia mampu membawa nama baik Desa Cibanteng di tingkat kecamatan,” harapnya.
Terkait persiapan dan pembinaan pasca-MTQ tingkat desa, pihaknya menyampaikan bahwa pembinaan sudah berjalan melalui lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an yang ada di tengah masyarakat. Setiap peserta binaan memiliki tempat belajar dan pembimbing atau guru ngaji masing-masing, sehingga pihak panitia hanya memberikan dukungan dan pendampingan agar semangat membaca Al-Qur’an terus terjaga.
“Pembinaan setelah ini tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat kita sudah memiliki pesantren dan tempat belajar Al-Qur’an masing-masing, lengkap dengan gurunya. Kami dari pihak penyelenggara cukup mendukung dan memastikan semangat ini terus berlanjut dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi qur’ani di Desa Cibanteng yang kelak dapat mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat yang lebih tinggi. (manabd)














