megaswaranews.com, DRAMAGA – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pemerintah tidak menaikkan harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita. Hingga saat ini, harga resmi MinyaKita tetap Rp15.700 per liter.
Pernyataan itu disampaikan Budi saat melepas ekspor komoditas pinang ke Bangladesh dan Maladewa di Kampus IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor.
Menurut Budi, pemerintah akan memperbanyak distribusi MinyaKita ke pasar rakyat untuk menjaga ketersediaan stok. Pemerintah menggandeng sejumlah BUMN, termasuk Bulog, untuk memperlancar pasokan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mencegah kelangkaan di berbagai daerah.
Budi juga menyebut program bantuan pangan berupa minyak goreng tidak lagi menggunakan MinyaKita. Pemerintah akan memanfaatkan merek minyak goreng lain sebagai produk pendamping.
Saat ini, minyak goreng pendamping sudah banyak beredar di pasaran. Karena itu, pemerintah meminta produsen meningkatkan produksi agar pasokan tetap terjaga dan harga tetap stabil.
Budi Santoso, Menteri Perdagangan, menegaskan pemerintah akan terus mengawasi distribusi dan ketersediaan minyak goreng di pasar.
Pemerintah berharap penambahan distribusi dan keberadaan minyak goreng pendamping dapat menjaga pasokan serta menstabilkan harga di tingkat konsumen.
(mande)















