megaswaranews.com, LEUWISADENG – Anggota Batalyon Infanteri (Yonif) TP 878/Galuh Pakuan langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal saat terjadi peristiwa ambruknya sebuah bangunan rumah yang berlokasi di Jalan Raya Kampung Sinar Jaya, RT 01/RW 04, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. Kejadian tersebut berlangsung pada hari Sabtu, 6 Juni 2026, sekitar pukul 16.35 WIB.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, bangunan rumah tersebut dilaporkan roboh diduga karena kondisi struktur bangunan yang sudah tua dan lapuk, sehingga tidak lagi mampu menopang beban bangunan yang ada di atasnya.
Informasi mengenai musibah ini baru diterima oleh aparat keamanan dan pemerintah setempat sekitar pukul 17.30 WIB atau satu jam setelah kejadian terjadi, yang bersumber dari laporan Ketua RT setempat.
Kabar yang cukup melegakan, dalam peristiwa ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun demikian, pemilik rumah dilaporkan mengalami guncangan batin atau syok berat setelah menyaksikan tempat tinggalnya hancur rata dengan tanah seketika. Dari sisi materi, kerugian yang dialami pemilik rumah akibat kejadian ini diperkirakan mencapai angka Rp 1 Miliar.
Menyusul kejadian tersebut, Anggota Yonif TP 878/Galuh Pakuan yang berada di lokasi segera bersinergi dengan unsur teritorial serta aparat keamanan dan pemerintah setempat untuk melakukan pengamanan wilayah.
“Anggota Yonif TP 878/Galuh Pakuan bersama Babinsa, Babinkamtibmas, Ketua BPD, Satpol PP Kecamatan Leuwisadeng, dan Linmas melakukan pengamanan serta pemantauan di lokasi rumah ambruk,” tulis keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @YonifTP878.
Sebagai langkah pencegahan, petugas gabungan juga segera memasang pembatas di sekeliling lokasi reruntuhan. Hal ini dilakukan guna melarang warga maupun orang yang melintas mendekat ke lokasi kejadian.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tidak mendekati lokasi demi keselamatan bersama, karena dikhawatirkan masih terdapat bagian bangunan yang berpotensi runtuh kembali sewaktu-waktu,” lanjut keterangan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian dinilai sudah mulai kondusif namun tetap dalam pengawasan ketat aparat guna menghindari terjadinya bahaya susulan.















