megaswaranews.com, Sukabumi — Kasus pembacokan seorang Pemuda Minggu malam 10 Mei 2026 lalu saat menyambut kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta di Jalan Lingkar Selatan, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Polres Sukabumi Kota mengungkap fakta baru.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto, dari hasil penyelidikan, peristiwa yang semula diduga aksi penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK), ternyata merupakan tawuran yang telah direncanakan melalui media sosial.
“Dalam pengungkapan, polisi juga berhasil menangkap dua pemuda yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan yang terjadi pada Minggu malam 10 Mei 2026 lalu itu, “Kata Sentot kepada awak media dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi Kota, Selasa (2/6/2026).
Sentot menyebutkan, kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial FF (21), warga Kecamatan Cikidang, dan RPM (20), warga Kecamatan Cisaat.
“Adapun korban dalam peristiwa tersebut adalah MT (19), warga Kecamatan Caringin, yang mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam. Korban mengalami luka berat berupa luka sayatan di kepala, leher, kaki, serta putusnya jari telunjuk tangan kanan. Diduga akibat sabetan senjata tajam dan sempat mengalami perawatan di RSUD R. Syamsudin SH Kota Sukabumi, “Jelasnya Sentot
Menuturkan Sentot, FF ditangkap pada Jumat malam 22 Mei 2026 di sekitar Jalan Cibolang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat. Sedangkan RPM diringkus di kediamannya di kawasan Cibolang Kaler pada Senin malam 25 Mei 2026.
“FF diduga membawa senjata tajam jenis golok Patimura saat di lokasi kejadian. RPM ini diduga melakukan pembacokan menggunakan senjata tajam jenis golok Patimura ke arah korban, “Ungkapnya.
Polisi menduga bentrokan tersebut telah direncanakan sebelumnya oleh dua kelompok pemuda yang berkomunikasi melalui media sosial setelah menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta.
“Dari hasil penyelidikan sementara, aksi kekerasan ini diduga bermula dari kesepakatan dua kelompok melalui media sosial untuk melakukan perang tanding atau tawuran menggunakan senjata tajam pasca nobar pertandingan Persib lawan Persija. Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak mudah terprovokasi ajakan tawuran melalui media sosial karena selain membahayakan keselamatan juga dapat berujung pada proses hukum, “Tandasnya. (Iqbal Bakar).















