megaswaranews.com, KECAMATAN TENJOLAYA, KAB BOGOR — Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan 23 desa sebagai desa wisata untuk mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Penyerahan surat keputusan (SK) dan piagam dilakukan secara simbolis di Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan deklarasi Sapta Pesona, penanaman pohon, kunjungan ke Edufarm, serta bazar UMKM yang melibatkan masyarakat setempat.
Penetapan 23 desa wisata tersebut menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengembangkan potensi pariwisata dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola sekaligus pelaku usaha.
Melalui program desa wisata, pemerintah mendorong masyarakat mengelola potensi wisata di wilayahnya, mengembangkan produk lokal, serta menciptakan peluang ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sejumlah desa turut menampilkan potensi wisata yang mereka miliki. Di antaranya Desa Gunung Malang, Tugu Selatan, Tugu Utara, Megamendung, Bojongrangkas, Benteng, dan Batulayang.
Kegiatan di Desa Gunung Malang juga ditandai dengan deklarasi Sapta Pesona. Deklarasi tersebut mengusung tujuh unsur, yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, serta memberikan kenangan bagi wisatawan.
Ketua Desa Wisata Gunung Malang, Teddy Saepudin, turut menyampaikan komitmen pengelola desa wisata dalam mengembangkan potensi lokal dan mendukung kegiatan pariwisata berbasis masyarakat.
Setelah deklarasi, peserta mengikuti kegiatan penanaman pohon. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan desa wisata.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan kunjungan ke Edufarm. Masyarakat juga menggelar bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk usaha lokal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ria Marlisa, turut hadir dalam rangkaian kegiatan penetapan desa wisata tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bogor berharap penetapan desa wisata dapat memperkuat peran masyarakat dalam mengelola potensi wisata. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang usaha lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat, desa wisata diharapkan dapat mengembangkan potensi alam, budaya, serta produk ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
(tofan)















