megaswaranews.com, SUKABUMI — Petugas gabungan masih menangani kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, hingga Selasa (29/9/2026).
Memasuki hari keempat penanganan, petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Basarnas terus melakukan pemadaman serta pendinginan di sejumlah titik yang masih terdeteksi panas.
Basarnas Gunakan Drone Thermal
Basarnas mengerahkan drone thermal untuk mencari sumber panas yang tersembunyi di bawah timbunan sampah. Teknologi tersebut memungkinkan petugas memantau indikasi panas dari udara, termasuk titik api yang tidak terlihat secara kasat mata.
Dari hasil pemantauan udara, petugas menemukan sejumlah titik panas yang sebelumnya tidak terdeteksi. Petugas kemudian menggunakan data tersebut sebagai acuan untuk menentukan lokasi pemadaman.
Petugas Damkar dan BPBD Kota Sukabumi juga terus memantau area yang telah menjalani proses pendinginan. Melalui layar thermal, area yang tidak lagi menunjukkan sumber panas terlihat berwarna hitam.
Meski petugas telah mendinginkan sejumlah titik, beberapa titik panas masih ditemukan di bawah timbunan sampah. Karena itu, petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada sumber api yang kembali menyala.
Petugas Basarnas Pos SAR Sukabumi, Ganjar, mengatakan drone thermal membantu tim menemukan panas yang berasal dari bagian bawah tumpukan sampah.
“Kami mendeteksi suhu panas yang ditimbulkan dari bawah tumpukan sampah, yang memang tidak bisa dilihat oleh kasat mata. Kami terbangkan drone thermal, kita pantau dari udara menggunakan thermal agar suhu panas itu terdeteksi dari udara,” ujar Ganjar.
Kebakaran Berdampak 2,3 Hektare
Kebakaran TPA Cikundul terjadi sejak Sabtu (26/9/2026). Petugas memperkirakan kebakaran berdampak pada area seluas sekitar 2,3 hektare, dengan sekitar 1,5 hektare di antaranya terbakar.
Hingga hari keempat, petugas gabungan masih melanjutkan pemadaman dan pendinginan. Tim juga terus memantau kondisi area untuk memastikan seluruh titik panas di bawah timbunan sampah benar-benar padam.
(SOFWAN ZULFIKAR)















