megaswaranews.com, CISARUA, KAB BOGOR – Dinas Sosial Kabupaten Bogor menggelar program Tagana Masuk Sekolah di Sekolah Darul Qur’an, Kecamatan Cisarua, Selasa (13/10/2026). Melalui kegiatan ini, Dinas Sosial membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sejak dini.
Program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran dan membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah. Para siswa mempelajari berbagai potensi bencana, cara menyelamatkan diri, serta langkah membantu orang lain saat menghadapi situasi darurat.
Siswa Praktik Langsung Menghadapi Gempa Bumi
Dinas Sosial Kabupaten Bogor tidak hanya memberikan materi tentang mitigasi bencana, tetapi juga mengajak siswa mengikuti simulasi penanganan bencana, salah satunya gempa bumi.
Dalam simulasi tersebut, para siswa mempraktikkan cara melindungi diri dengan berlindung di bawah meja ketika gempa terjadi. Setelah itu, mereka berlatih keluar dari ruangan dan bergerak secara tertib menuju titik kumpul yang aman.
Melalui latihan ini, siswa belajar mengenali langkah penyelamatan diri, mengikuti arahan petugas, dan menjaga ketertiban selama proses evakuasi. Kegiatan tersebut juga membantu siswa memahami pentingnya bertindak cepat dan tepat ketika bencana terjadi.
Salah seorang siswa Sekolah Darul Qur’an, Iksan, mengikuti edukasi dan simulasi bersama peserta lainnya.
Dinsos Bogor Dorong Kesiapsiagaan Sejak Dini
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma’rup, berharap program Tagana Masuk Sekolah dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Ia berharap para siswa mampu mengenali potensi bahaya, melindungi diri, dan mengambil langkah yang tepat saat menghadapi keadaan darurat.
Selain membekali siswa dengan pengetahuan dasar, program ini juga mendorong mereka untuk menerapkan kebiasaan siaga bencana di lingkungan sekolah dan keluarga.
Dinas Sosial Kabupaten Bogor terus mendorong edukasi mitigasi bencana sebagai upaya membangun generasi yang tanggap dan sigap menghadapi keadaan darurat.
Melalui program Tagana Masuk Sekolah, Dinas Sosial berharap siswa tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah keselamatan ketika menghadapi situasi nyata.
(wawan)















