megaswaranews.com, cisarua kab bogor — Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengambil sampel makanan dan minuman dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Langkah ini dilakukan setelah 103 siswa SMP Negeri 2 Cisarua diduga mengalami keracunan.
Sebagian besar siswa mulai membaik setelah menjalani pemantauan medis di Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo, Cisarua, Kabupaten Bogor. Tim medis memperkirakan mereka dapat segera pulang setelah kondisi kesehatannya memungkinkan.
Namun, satu siswa masih menjalani rawat inap untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Untuk menyelidiki dugaan keracunan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengambil sampel menu MBG yang terdiri atas nasi, telur, wortel, jagung, dan susu full cream. Petugas mengirim seluruh sampel itu ke laboratorium untuk memeriksa kemungkinan kontaminasi atau faktor lain yang dapat memicu gangguan kesehatan pada siswa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menjadi narasumber dalam penanganan kasus ini. Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat membantu petugas mengidentifikasi penyebab kejadian.
Hingga kini, Dinas Kesehatan belum mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami para siswa. Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan faktor yang memicu gangguan kesehatan tersebut.
(Wawan)














