megaswaranews.com, BALI – PT Antam Tbk kembali mencatatkan prestasi gemilang dan membanggakan di ajang bergengsi Penghargaan Inovasi Lingkungan dan Sosial atau Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) Tahun 2026 yang digelar oleh PT Sucofindo di Pulau Bali. Di tengah persaingan ketat yang diikuti oleh ratusan perusahaan, Antam tampil menonjol dan membawa pulang penghargaan utama serta delapan penghargaan kategori. Selasa (15/9/2026)
Kompetisi tahun ini berjalan sangat ketat, diikuti oleh sebanyak 253 perusahaan yang mengajukan 954 karya inovasi, serta melibatkan 48 tokoh Local Hero. Dari partisipasi masif tersebut, PT Antam sukses menonjol dengan meraih penghargaan bergengsi Best Participant Award, ditambah perolehan luar biasa yang diwakili oleh Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia (UBPE) Pongkor, yakni 4 Piala Platinum dan 4 Piala Silver.
Mengusung tema besar “Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat yang Tangguh”, ajang ini menekankan pentingnya terobosan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Perincian kemenangan Antam mencakup berbagai bidang vital, Peringkat PLATINUM (4): Penurunan Emisi, Efisiensi & Pengendalian Pencemaran Air, Pengelolaan Limbah Padat Melalui Konsep 3R, serta Bidang Inovasi Sosial. Peringkat SILVER (4), Efisiensi Energi, Penanganan & Pemanfaatan Limbah B3; Pengurangan Sampah; serta Perlindungan Keanekaragaman Hayati.
Satu hal yang turut menjadi kebanggaan tersendiri adalah keberhasilan pendampingan PT Antam terhadap tokoh masyarakat, Ida Herlina atau akrab disapa Mak Ida, petani dari Desa Kalong Liud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Beliau berhasil terpilih dan meraih penghargaan bergengsi sebagai Local Hero ENSIA 2026. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar, mendorong peran perempuan yang mandiri dan produktif, serta membangun kemitraan yang setara dan bermanfaat.
Menyikapi capaian membanggakan ini, Agustinus Toko Susetio, Kepala Bagian CSR & Wilayah Jawa PT Antam Tbk, menyatakan bahwa piala-piala tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan bukti ketulusan pelayanan dan perubahan nyata.
“Bagi kami, penghargaan bukanlah sekadar piala semata. Yang paling utama dan menjadi ukuran keberhasilan adalah bagaimana setiap inovasi yang kami bangun mampu menjawab tantangan nyata, memperbaiki kinerja lingkungan hidup, serta membawa manfaat besar yang terasa langsung oleh masyarakat. Keberhasilan Mak Ida sebagai Local Hero turut membuktikan bahwa kaum perempuan memiliki kekuatan besar sebagai penggerak perubahan positif dan kemandirian di lingkungannya,” tegasnya.
Prestasi menyeluruh yang meliputi penghargaan partisipasi terbaik, delapan kategori teknis, serta keberhasilan tokoh binaan di tengah persaingan ketat hampir seribu usulan karya inovasi, menjadi motivasi kuat bagi PT Antam untuk terus meningkatkan budaya mutu dan inovasi yang melampaui standar kewajiban atau prinsip Beyond Compliance.
“Kemenangan ini sungguh membanggakan namun sekaligus membawa amanah tanggung jawab yang besar. Ke depannya, kami berjanji terus mengembangkan terobosan yang nyata dan bermanfaat luas bagi pelestarian alam, kemajuan masyarakat, serta keberlangsungan usaha yang beretika,” pungkasnya*** (manabd)















