megaswaranews.com, bogor – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Mahasiswa Revolusioner (FMR) Bogor Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kecamatan Tanah Sareal. Mereka mendesak DPRD menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas, pengelolaan dana pokok-pokok pikiran (pokir), serta dugaan penyimpangan pengadaan barang dan jasa.
Massa aksi memadati pintu masuk gedung DPRD sejak awal aksi berlangsung. Aparat kepolisian melakukan pengamanan untuk memastikan aksi berjalan tertib dan kondusif.
Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk berisi tuntutan. Mereka juga membakar ban sebagai bentuk protes agar DPRD Kota Bogor memperhatikan aspirasi yang disampaikan.
Tuntutan mahasiswa mencakup dugaan penggunaan kendaraan dinas oleh pihak yang tidak berhak, dugaan penyimpangan dana pokir DPRD, serta dugaan persekongkolan dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Dalam audiensi, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor mengapresiasi masukan, data, dan kajian hukum yang disampaikan mahasiswa. Ia menyatakan DPRD akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.















