megaswaranews.com, SUKABUMI — Keterbatasan ekonomi membuat Ma Isoh (70) dan suaminya, Bah Odin (72), harus menjalani masa tua dalam kondisi memprihatinkan. Pasangan lanjut usia yang tinggal di Kampung Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu bertahan hidup di rumah sederhana dengan kondisi bangunan yang mulai lapuk.
Sebagian dinding rumah mereka masih menggunakan anyaman bambu yang kini tampak usang. Di dapur, Ma Isoh juga masih mengandalkan tungku berbahan bakar kayu untuk memasak makanan sehari-hari.
Di tengah usianya yang semakin renta, Ma Isoh tetap berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia mencari kayu bakar untuk memasak beras bantuan pemerintah yang menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan keluarganya.
Bantuan beras tersebut bahkan mampu mencukupi kebutuhan makan pasangan ini selama kurang lebih dua bulan. Bagi Ma Isoh dan Bah Odin, bantuan itu memiliki arti penting untuk bertahan di tengah keterbatasan ekonomi.
Ma Isoh Tetap Merawat Suami yang Mengalami Kebutaan
Selain menghadapi kesulitan ekonomi dan kondisi rumah yang memprihatinkan, Ma Isoh juga harus mendampingi Bah Odin yang kini mengalami kebutaan akibat penyakit yang belum diketahui penyebabnya.
Kondisi tersebut membuat kehidupan sehari-hari pasangan ini semakin menantang. Ma Isoh berusaha menjalankan pekerjaan rumah tangga sekaligus mendampingi suaminya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Pasangan ini memiliki dua anak yang masing-masing telah berumah tangga. Salah satu anak mereka tinggal di DKI Jakarta, sedangkan anak perempuan mereka menetap tidak jauh dari rumah orang tuanya.
Anak perempuan mereka berusaha membantu merawat Ma Isoh dan Bah Odin. Namun, pekerjaannya sebagai buruh tani serabutan membuat penghasilannya terbatas sehingga belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan kedua orang tuanya.
Bertahan Hidup dengan Bantuan dan Kesederhanaan
Di tengah berbagai kesulitan, Ma Isoh tetap berusaha menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran. Ia mensyukuri apa yang dimiliki dan berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kemampuan yang ada.
Kondisi ekonomi yang terbatas membuat pasangan ini harus mengatur kebutuhan secara sederhana. Bantuan pangan dari pemerintah menjadi salah satu sumber dukungan untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.
Rumah yang mereka tempati pun menyimpan perjalanan panjang kehidupan keduanya. Selama puluhan tahun, bangunan sederhana itu menjadi tempat mereka menjalani kehidupan bersama, membesarkan keluarga, dan menyimpan berbagai kenangan.
Kini, ketika usia semakin lanjut dan kondisi fisik mulai melemah, Ma Isoh dan Bah Odin hanya ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama keluarga, anak, dan cucu.
Kisah Lansia di Sukabumi Jadi Pengingat Pentingnya Kepedulian
Kisah Ma Isoh dan Bah Odin menggambarkan perjuangan pasangan lanjut usia dalam menghadapi keterbatasan ekonomi, kondisi kesehatan, dan tempat tinggal yang kurang layak.
Kondisi mereka juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap warga lanjut usia yang membutuhkan dukungan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan, memperoleh akses kesehatan, dan menempati rumah yang layak.
Dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah dapat membantu meringankan beban lansia yang hidup dalam keterbatasan. Dengan perhatian yang tepat, mereka diharapkan dapat menjalani masa tua dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat.
(M. HERYAMAN)














