megaswaranews.com, BOGOR – Menyikapi sejumlah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dinilai cukup memberatkan kalangan sekolah swasta, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menegaskan komitmennya memperkuat langkah strategis untuk tahun mendatang. Komitmen ini tidak hanya mengayomi sekolah swasta semata, melainkan juga merangkul seluruh sekolah negeri, mengingat tantangan pendidikan saat ini dirasakan sebagai beban bersama. Kamis (30/7).
Dalam pernyataannya seusai terpilih kembali secara aklamasi memimpin MKKS SMK KCD Wilayah 1 periode 2026–2030, Ketua MKKS, H. Budy Antoro, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi resmi dengan Kementerian Ketenagakerjaan guna mengoptimalkan program magang ke luar negeri yang digagas Kementerian Pendidikan. Langkah ini diambil sebagai jalan keluar sekaligus peluang emas bagi siswa yang telah siap untuk mengembangkan kompetensinya hingga ke mancanegara.
“Kita sudah berkomunikasi dengan Kemenaker terkait program magang ke luar negeri. Ini menjadi salah satu fokus utama kita untuk mendorong murid-murid kita yang sudah siap agar bisa berkembang lebih jauh dan lebih luas,” ujarnya
Selain membuka peluang kerja luar negeri, perhatian besar juga ditujukan untuk menjembatani kesenjangan yang terjadi di wilayah Bogor Barat yang menaungi sekitar 380 satuan pendidikan. Terdapat perbedaan kondisi yang cukup jauh antara sekolah besar yang sudah relatif mandiri, dengan sekolah-sekolah kecil yang masih sangat membutuhkan dorongan, motivasi, serta dukungan komunikasi yang lebih intensif.
“Yang paling utama adalah menjaga komunikasi agar tidak ada sekolah kecil yang tertinggal atau merasa tertekan dengan kebijakan yang ada. Kita sadari bersama tantangan muncul pada perubahan program seperti PAPS (Pencegahan Anak Putus Sekolah) yang kini beralih ke CADAS (Cadangan), serta perbedaan perlakuan yang dirasakan antara sekolah swasta dan negeri. Padahal hakikatnya, tantangan yang dihadapi sekolah negeri pun tidak jauh berbeda,” tegasnya.
Sebagai wadah resmi yang diakui negara di bawah naungan kementerian, MKKS menegaskan akan mempererat kolaborasi dengan Korwil 14 yang menjadi forum silaturahmi khusus sekolah negeri. Harapannya, sekat-sekat perbedaan antara sekolah swasta dan negeri dapat hilang, digantikan dengan semangat saling mengisi dan saling menguatkan.
“Baik guru di swasta maupun negeri, pada hakikatnya sama-sama merasakan beban dan tantangan dalam menjalankan kebijakan pemerintah. Maka dari itu, persatuan kita adalah kekuatan terbesar. Mari kita pastikan seluruh sekolah di Kabupaten Bogor, baik besar maupun kecil, negeri maupun swasta, mampu berjalan beriringan menghadapi setiap perubahan kebijakan demi kemajuan pendidikan anak didik kita bersama,” pungkasnya. (manabd)














