megaswaranews.com, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) kembali menggelar Festival Inovasi Bogor Innovation Award (BIA) 2026 pada 8-9 September 2026.
Ajang tahunan ini menjadi wadah untuk menjaring sekaligus mendorong implementasi berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat, pelajar, perguruan tinggi, pelaku usaha hingga aparatur sipil negara.
Festival yang dibuka Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim itu mengusung tema “Spark Your Idea: Innovation and Collaboration Empowering The Future”. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran puluhan inovasi, kompetisi bakat, workshop, talkshow, hingga hiburan bagi masyarakat.
Kepala Bapperida Kota Bogor Anne Dewiana Rilianti mengatakan, festival tahun ini menampilkan 63 inovasi hasil karya pelajar, mahasiswa, organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat. Inovasi yang dipamerkan mencakup bidang teknologi, pelayanan publik, lingkungan, ekonomi kreatif, hingga sosial.
Menurut Anne, penyelenggaraan BIA tidak hanya berfokus pada penghargaan bagi para inovator, tetapi juga mendorong agar inovasi yang lahir dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Bogor tidak kekurangan ide. Lewat pameran ini, kami berharap lahir kolaborasi nyata. Inovasi yang tadinya hanya prototipe bisa diadopsi OPD dan direplikasi untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Bapperida menargetkan sedikitnya 10 inovasi dapat masuk tahap pilot project di perangkat daerah dan menjadi bagian dari penguatan Indeks Inovasi Daerah Kota Bogor.
Selain pameran inovasi, BIA 2026 juga menghadirkan kompetisi bakat yang meliputi fotografi bertema “Bogor Berinovasi”, menyanyi solo, tari tradisional, tari modern, dan cosplay. Sebanyak 122 peserta dari berbagai sekolah, sanggar, dan komunitas mengikuti seleksi dan akan tampil pada babak final di hari puncak festival.
Pada penyelenggaraan tahun ini, BIA berhasil menjaring 184 inovasi dari berbagai kategori peserta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam pengembangan inovasi daerah.
Proses seleksi dilakukan melalui penilaian substansi, validasi lapangan, serta presentasi dan wawancara untuk memastikan inovasi yang dihasilkan memiliki manfaat, dapat diterapkan, dan berpotensi direplikasi.
Pemkot Bogor menargetkan 2.500 hingga 3.000 pengunjung hadir selama dua hari pelaksanaan. Masyarakat dapat mengunjungi pameran secara gratis, mengikuti workshop inovasi, talkshow bersama praktisi, serta menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan musik.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim berharap Bogor Innovation Award menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Kami mengajak seluruh warga Bogor untuk datang. Mari lihat, belajar, dan dukung karya anak bangsa sendiri. Dari festival ini kita bangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan untuk masa depan,” kata Dedie.
BIA merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Bogor sebagai sarana menjaring, mengapresiasi, mengembangkan, dan mengakselerasi inovasi daerah. Tahun 2026, jumlah pendaftar mencapai 373 inovasi, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 230 inovasi. (Edwin S)















