megaswaranews.com, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap dari kebakaran yang terjadi di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengatakan paparan asap kebakaran dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama sistem pernapasan. Asap yang terhirup dapat menyebabkan batuk, tenggorokan terasa gatal atau perih, hingga sesak napas.
Paparan asap juga berpotensi memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran untuk mengurangi paparan asap. Jika kondisi memungkinkan, kurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika asap cukup tebal atau arah angin membawa asap menuju permukiman,” ujar dr. Fusia.
Warga Diminta Gunakan Masker
Selain gangguan pernapasan, asap kebakaran dapat menyebabkan iritasi pada mata, seperti mata merah, perih, dan berair. Karena itu, masyarakat diminta menghindari paparan asap secara langsung dan menggunakan perlindungan saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Dinkes Kabupaten Bogor juga menyarankan masyarakat menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan asap yang masuk ke saluran pernapasan.
Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit paru, maupun penyakit jantung.
“Khusus bagi bayi dan anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti asma, penyakit paru, atau penyakit jantung, kami meminta agar lebih berhati-hati dan membatasi paparan asap,” katanya.
Ventilasi Rumah Perlu Diperhatikan
Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga meminta masyarakat menutup sementara pintu, jendela, dan ventilasi rumah apabila asap mulai masuk ke dalam ruangan.
Ventilasi dapat kembali dibuka ketika kondisi udara di luar rumah sudah membaik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan setelah terpapar asap juga diminta tidak menunda pemeriksaan medis.
Keluhan yang perlu mendapat perhatian antara lain sesak napas yang semakin berat, nyeri dada, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata yang tidak kunjung membaik.
“Jangan menunggu kondisi semakin berat. Jika mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap, masyarakat dapat memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Untuk kondisi kegawatdaruratan, layanan PSC 119 siap memberikan pelayanan selama 24 jam,” jelas dr. Fusia.
(Edwin S)















