megaswaranews.com, BOGOR — Pemerintah Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM),Kegiatan ini merupakan wujud realisasi Bantuan Akselerasi Percepatan Pembangunan Perdesaan dari APBD Kabupaten Bogor Tahun 2026, yang digelar di kawasan Perumahan Kartika. Minggu (1/11/2026)
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat antusias dari warga Desa Ciherang maupun warga desa tetangga yang ingin turut serta mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain pasar murah, kegiatan ini juga dirangkai dengan senam kesehatan jasmani serta partisipasi aktif pelaku UMKM setempat untuk ikut berdagang dan menambah perputaran ekonomi warga.
PEMBUKAAN RESMI DAN HARAPAN KEPALA DESA
Kepala Desa Ciherang, Suherwin, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja digelar untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya warga Desa Ciherang.
“Kegiatan ini memang untuk membantu masyarakat, khususnya warga Desa Ciherang, dan tidak menutup kemungkinan warga desa tetangga juga boleh ikut serta. Mudah-mudahan kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat yang sangat membutuhkan dari sisi ekonomi,” ujar Suherwin.
Selain pasar murah, di lokasi yang sama juga digelar kegiatan senam kesehatan jasmani yang rutin dilaksanakan di kawasan Perumahan Arah Kartika. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pemberdayaan pelaku UMKM Desa Ciherang untuk ikut berjualan.
“Untuk UMKM binaan sementara ada sekitar 30, dan dari luar pun tidak menutup kemungkinan untuk ikut berpartisipasi. Alhamdulillah total bisa mencapai sekitar 60 pelaku usaha. Harapannya, dengan adanya pasar murah dan kegiatan UMKM ini, perekonomian di wilayah kita bisa terus bergerak dan membantu warga menutupi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
APRESIASI SEKRETARIS CAMAT DRAMAGA
Sekretaris Camat Dramaga, Ine Handayani, hadir langsung di lokasi kegiatan dan membuka secara resmi Gerakan Pangan Murah Desa Ciherang. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan program yang dinilai sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Hari ini kita luncurkan Gerakan Pangan Murah yang bersumber dari Bantuan Akselerasi Percepatan Pembangunan Perdesaan APBD Kabupaten Bogor. Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ungkap Ine Handayani.
Ia juga menjelaskan adanya keterbatasan stok karena sifatnya bantuan bersubsidi yang harus dibagikan secara merata. “Karena sifatnya program akselerasi, memang ada keterbatasan dalam jumlah penyediaan bahan pokok. Namun mudah-mudahan kondisi ini tetap bisa membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pangan hariannya.”
Ine Handayani juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang terus memperhatikan kebutuhan pangan dan perekonomian masyarakat di tingkat desa.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, Bapak Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati yang senantiasa memperhatikan warganya. Semoga program ini membawa keberkahan dan terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Diakhir sambutan, Camat Dramaga secara resmi membuka kegiatan tersebut. “Bismillahirrahmanirrahim, Gerakan Pangan Murah dari Bantuan Akselerasi Perdesaan, saya nyatakan dibuka!”
HARGA TERJANGKAU, STOK TERBATAS
Koordinator penyelenggaraan GPM, Amay Wijaya, menjelaskan rincian komoditas dan skema harga yang ditawarkan dalam kegiatan ini. Ada empat jenis kebutuhan pokok yang dijual dengan potongan harga Rp3.000 per kilogram/liter dibandingkan harga pasar, yaitu: beras, minyak goreng, telur, dan gula pasir.
“Total stok yang tersedia sekitar 2,5 ton. Karena antusiasme warga sangat tinggi, stok cukup cepat habis. Ini hal yang wajar terjadi di awal kegiatan,” jelas Amay.
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai aturan penting terkait beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang disubsidi pemerintah:
Beras SPHP boleh dibeli dan dikonsumsi sendiri oleh warga, Tidak boleh dijual kembali kepada pihak lain karena mengandung unsur subsidi negara, Penjualan beras SPHP hanya boleh dilakukan oleh mitra resmi seperti Rumah Pangan Kita (RPK)
Sedangkan beras premium yang juga tersedia, bukan beras SPHP dan tidak memiliki pembatasan tersebut.
Dengan adanya kegiatan ini, warga Desa Ciherang dan sekitarnya kini memiliki akses lebih mudah terhadap pangan terjangkau, sekaligus ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk tumbuh dan berkembang. Semoga ke depan program serupa dapat terus digelar dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. (manabd)














