megaswaranews.com, Kulon Progo – Ditlantas Polda DIY mencatat kecelakaan lalu lintas meningkat dari 7.176 kejadian pada 2024 menjadi 7.180 kejadian pada 2025. Pada tahun yang sama, pelanggaran kasatmata tercatat mencapai sekitar 25 ribu kasus, dengan pelanggaran penggunaan helm berstandar SNI menjadi salah satu temuan utama.
Di Kulon Progo, kecelakaan paling banyak terjadi di Kapanewon Sentolo dan Temon. Faktor penyebabnya meliputi kelalaian manusia hingga kondisi infrastruktur jalan.
Sebagai upaya pencegahan kecelakaan di tengah meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah DIY, Polres Kulon Progo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
“Penertiban menyasar sejumlah titik rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, di antaranya Teteg Barat Wates, depan Rutan Wates, dan Jalan Pahlawan Giripeni,” kata AKBP Agus Prihandika, Kapolres Kulon Progo usai apel gelar pasukan operasi patuh 2026, di halaman Mapolres Kulon Progo, Senin (26/10/2026).
Operasi patuh ini mengombinasikan kegiatan preemtif sebesar 20 persen, preventif 30 persen, dan penegakan hukum 50 persen. Penindakan hukum dilakukan melalui tilang elektronik atau ETLE sebesar 60 persen, tilang manual 5 persen, serta teguran 35 persen.
“Sasaran pelanggaran meliputi pengendara di bawah umur, tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk keselamatan, bermain ponsel saat berkendara, kendaraan dengan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL). Selain itu, penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai ketentuan, termasuk pelat nomor yang ditutup atau dimodifikasi juga akan kami tindak,” lanjutnya.
Kaurbinops Satlantas Polres Kulon Progo Ipda Bambang Suryono mengatakan, penindakan elektronik masih terbatas karena baru terdapat satu titik ETLE di Kulon Progo, yakni di Jalan Wates-Purworejo, Simpang Tambak. Perangkat tersebut berada di bawah kewenangan Polda DIY.
Pemantauan juga melibatkan jajaran polsek, terutama di wilayah rawan kecelakaan dan lokasi yang kerap ditemukan pelanggaran.
Operasi Patuh Progo 2026 mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.
“Harapan kami dengan operasi ini meningkatkan kepatuhan pengendara sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya,” pungkasnya. (Wur)















