megaswaranews.com, KULON PROGO – Takmir Masjid Agung Pengasih, Kulon Progo, DIY, bersiap menggelar salat istisqa massal untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang. Langkah spiritual ini diambil menyusul prediksi BMKG bahwa musim kemarau di wilayah tersebut masih akan berlangsung hingga November 2026.
Ketua Takmir Masjid Agung Pengasih, HM Wildan Aprianto, mengungkapkan bahwa rencana ini lahir dari aspirasi dan masukan langsung para jemaah yang resah dengan dampak kekeringan yang kian meluas.
“Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau masih berlangsung sampai November. Ada masukan dari jemaah agar Takmir Masjid Agung Pengasih melaksanakan salat istisqa,” ujar Wildan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).
Jadwal dan Target Jemaah
Salat istisqa dijadwalkan berlangsung pada:
- Hari/Tanggal: Kamis, 22 Oktober 2026
- Waktu: Mulai pukul 06.00 WIB
- Lokasi: Lapangan Pengasih, Kulon Progo
- Imam & Khatib: Dr. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. (Kepala Kantor Kementerian Agama Kulon Progo)
Aksi religi ini diperkirakan akan dihadiri oleh 500 hingga 1.000 jemaah. Untuk memperluas partisipasi, takmir masjid juga merangkul unsur aparatur pemerintahan, ormas, hingga institusi pendidikan di sekitar lokasi.
“Undangan telah kami edarkan ke berbagai pihak, di antaranya SDN 1 dan 3 Pengasih, SMPN 1 Pengasih, SMKN 1 Pengasih, MAN 1 Kulon Progo, SD Muhammadiyah Al Manar, Ponpes Nurul Dolam, Ponpes Al Manar, Forkompinkap, KUA Pengasih, serta 15 masjid dan musala di sekitar,” urai Wildan.
Sarana Edukasi dan Kepedulian Sosial
Agenda ini menjadi pengalaman pertama bagi Takmir Masjid Agung Pengasih dalam menyelenggarakan salat istisqa secara mandiri. Seluruh persiapan teknis kini dimatangkan di bawah koordinasi Ketua Bidang Ibadah, Suryono, S.Pd.
Selain sebagai ikhtiar batin, Wildan berharap momentum ini menjadi media tarbiyah (pendidikan) bagi generasi muda serta memantik solidaritas sosial di tengah krisis air bersih.
“Harapannya hujan segera turun sehingga kekeringan teratasi. Melalui salat istisqa, kami juga ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Ini pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak kemarau,” pungkasnya. (wuri)















