megaswaranews.com, SUKABUMI – Sebanyak 292 siswa SDN Citanglar, Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, tidak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama empat hari. Persoalan ini menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan para siswa meminta penyaluran MBG kembali viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, sejumlah siswa menyuarakan keinginan agar pihak terkait kembali menyalurkan makanan bergizi gratis ke sekolah mereka. Para siswa diduga terdampak penghentian distribusi program yang sebelumnya mereka terima secara rutin.
Kepala SDN Citanglar, Neneng Rohaeni, membenarkan bahwa sekolahnya tidak menerima distribusi MBG selama empat hari, yakni Rabu, Kamis, Jumat, hingga Senin. Ia menduga persoalan administrasi menjadi penyebab penghentian penyaluran tersebut karena data sekolah disebut tidak terdaftar atau tidak terbaca dalam sistem.
Neneng menjelaskan, SDN Citanglar telah berdiri sejak 1958 dan memiliki kelengkapan administrasi, termasuk Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) serta Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Karena itu, ia menyayangkan penghentian distribusi MBG yang berdampak pada seluruh siswa di sekolah tersebut.
Menurut data sekolah, SDN Citanglar saat ini memiliki 292 siswa. Pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat kembali menerima manfaat program MBG setelah kendala yang menghambat penyaluran terselesaikan.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Surade, Muhammad Alan, belum bersedia memberikan keterangan melalui wawancara saat dikonfirmasi. Informasi awal menyebutkan bahwa penghentian distribusi diduga berkaitan dengan data NPSN dan Dapodik sekolah yang tidak terbaca oleh sistem.
Pihak SPPG Surade juga menyebutkan bahwa kewenangan terkait penghentian distribusi tersebut berada pada koordinator wilayah SPPG Kabupaten Sukabumi.
Dugaan kendala administrasi ini masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak yang berwenang. Hingga kini, penyebab pasti penghentian penyaluran MBG ke SDN Citanglar belum terkonfirmasi secara menyeluruh.
Pihak sekolah berharap pemerintah dan pengelola program segera memeriksa data administrasi serta menyelesaikan kendala tersebut. Dengan demikian, penyaluran Makan Bergizi Gratis dapat kembali berjalan dan seluruh siswa SDN Citanglar memperoleh layanan sesuai ketentuan program.
(MUHAMMAD UJANG HERYAMAN )















