megaswaranews.com, JAKARTA – Pameran kerajinan dan produk kreatif INACRAFT October 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang pasar yang lebih luas. Digelar pada 7–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, ajang ini mempertemukan pelaku industri kreatif dengan masyarakat dan calon pembeli.
Penyelenggaraan INACRAFT October 2026 mendapat dukungan Pertamina sebagai sponsor, sementara Megaswara News Network hadir sebagai media partner dengan menghadirkan podcast Gen UMKM untuk mengangkat cerita dan pengalaman para pelaku usaha.
Pameran ini menjadi salah satu ruang promosi bagi produk kerajinan, fesyen, aksesori, dan berbagai produk kreatif Indonesia. Selain transaksi langsung, kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan keunikan produknya sekaligus membangun hubungan dengan calon pelanggan dan mitra bisnis.
Ratusan UMKM Ikuti Proses Kurasi
Dalam ajang ini, PT Pertamina (Persero) menghadirkan 24 UMKM binaan terpilih dari lebih 600 UMKM yang mengikuti proses kurasi.
Senior Officer SMEPP PT Pertamina (Persero), Ferdy Saputra, mengatakan seleksi dilakukan untuk memastikan pelaku usaha yang mengikuti pameran memiliki kesiapan dari sisi kualitas produk, kapasitas produksi, dan kemampuan penjualan.
Dari 24 UMKM terpilih, sebanyak 18 bergerak di bidang fesyen dan kerajinan, sedangkan enam lainnya berasal dari kategori pangan. Para peserta berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Sumatra, Lombok, dan Sulawesi.
“Dari lebih dari 600 UMKM yang masuk ke Pertamina, kami melakukan kurasi, wawancara, dan pendalaman terhadap usaha mereka. Dari proses tersebut, terpilih sekitar 24 UMKM untuk mengikuti INACRAFT,” ujar Ferdy saat ditemui di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam pameran nasional merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapasitas usaha.
Sebelum mengikuti pameran, UMKM binaan Pertamina mendapatkan pendampingan melalui unit operasi di berbagai daerah. Program tersebut mencakup pelatihan pengelolaan usaha, strategi pemasaran, fasilitasi pameran, serta bantuan pengurusan perizinan.
Pendampingan dilakukan secara bertahap agar pelaku usaha memiliki kesiapan untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Penjualan UMKM Tembus Rp1,6 Miliar
Partisipasi dalam INACRAFT juga diharapkan memberikan dampak terhadap penjualan produk UMKM.
Ferdy mengungkapkan, penjualan ritel UMKM binaan Pertamina pada penyelenggaraan tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp5 miliar. Sementara itu, pada dua hari pertama INACRAFT October 2026, penjualan tercatat sekitar Rp1,6 miliar.
Pertamina berharap angka tersebut terus meningkat hingga pameran berakhir pada Minggu (11/10/2026).
“Harapannya, pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, ketika animo masyarakat berkunjung meningkat, penjualan bisa terus bertambah. Syukur-syukur dapat melampaui capaian tahun lalu,” kata Ferdy.
Selain pasar domestik, Pertamina juga mendorong UMKM yang telah siap untuk memperluas jangkauan hingga pasar internasional. Salah satu upayanya melalui peluang mengikuti program kurasi untuk pasar ekspor dalam rangkaian Trade Expo Indonesia.
Dengan demikian, keikutsertaan dalam pameran diharapkan tidak berhenti pada penjualan selama acara, tetapi juga menghasilkan jaringan dan peluang bisnis yang berkelanjutan.
Tinizshop Perkenalkan Tenun Bali
Salah satu peserta yang memanfaatkan kesempatan tersebut adalah Tinizshop, usaha tenun milik Ni Putu Tini Purwanti dari Klungkung, Bali.
Tini telah bergabung dengan Rumah Binaan Pertamina di Klungkung sejak 2023. Melalui program pendampingan tersebut, ia memperoleh pembelajaran mengenai manajemen usaha, pengelolaan keuangan, penguatan merek, dan strategi pemasaran.
“Sejak 2023 saya bergabung dengan Rumah Binaan Pertamina di Klungkung. Mereka membantu kami dalam pengembangan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, dan branding,” ujar Tini.
Bagi Tinizshop, INACRAFT menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk tenun kepada konsumen secara langsung sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Tini berharap dapat kembali mengikuti berbagai pameran di tingkat nasional maupun internasional untuk meningkatkan pengenalan produk dan menjangkau pelanggan baru.
“Harapan kami, Tinizshop bisa mengikuti event-event selanjutnya, terutama tingkat nasional maupun internasional. Dengan keikutsertaan itu, kami bisa bertemu langsung dengan pelanggan,” katanya.
Kehadiran pelaku usaha seperti Tinizshop memperlihatkan bagaimana pameran dapat menjadi ruang pertemuan antara produk berbasis tradisi dan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Megaswara Hadirkan Podcast Gen UMKM
Selain menjadi ajang promosi produk, INACRAFT juga memberikan ruang bagi publikasi dan penyebaran informasi mengenai perkembangan industri kreatif Indonesia.
Dalam kegiatan ini, Megaswara News Network hadir sebagai media pendukung dengan mengadakan podcast Gen UMKM.
Program tersebut mengangkat cerita pelaku usaha, perjalanan membangun bisnis, tantangan mengembangkan produk, hingga strategi memperluas pasar. Melalui perbincangan bersama pelaku UMKM, pengalaman dan proses pengembangan usaha dapat diperkenalkan kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat.
Podcast Gen UMKM juga menjadi ruang untuk membahas tantangan yang dihadapi pelaku industri kreatif, termasuk menjaga kualitas produk, mempertahankan nilai budaya, serta menyesuaikan pemasaran dengan perubahan selera konsumen.
Dukungan publikasi media diharapkan membantu memperluas jangkauan informasi mengenai produk dan pelaku UMKM yang mengikuti pameran.
Memperkuat Daya Saing Produk Lokal
INACRAFT October 2026 menjadi bagian dari upaya mempertemukan kreativitas, produk lokal, dan peluang bisnis dalam satu ajang pameran.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini bukan sekadar tempat memajang produk, melainkan kesempatan untuk mengenali kebutuhan konsumen, membangun relasi bisnis, dan menjajaki pasar baru.
Dukungan berbagai pihak, termasuk sponsor, pelaku industri kreatif, dan media pendukung, turut menjadi bagian dari ekosistem yang mendorong pengembangan UMKM.
Melalui pameran seperti INACRAFT, produk kerajinan dan industri kreatif Indonesia diharapkan semakin dikenal, memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. (Edwin S)















