megaswaranews.com, DRAMAGA, KABUPATEN BOGOR — Kejadian langka sekaligus mengejutkan menyelimuti warga Kampung Cibeureum Tengah, Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Sebuah tanaman yang selama ini dikenal warga sebagai “pohon mainan ular”, tiba-tiba mengeluarkan bunga bangkai (Amorphophallus titanum) yang sangat jarang ditemui. Fenomena ini baru disadari pada Senin pagi (5/10/2026) dan langsung menjadi pusat perhatian banyak orang.
Bu Anim, warga yang menanam tanaman tersebut, menceritakan bagaimana awal mula kejadian ini begitu mengejutkan.
“Awalnya saya kira itu ular yang melilit di sana. Padahal sebelumnya cuma rumput biasa. Pas dikeluarkan, ternyata itu bunga. Bukan ular sama sekali,” ungkap Bu Anim dengan nada masih terkejut.
Ia mengaku sama sekali tidak menyangka tanaman yang ditanam itu akan tumbuh menjadi bunga bangkai. Selama ini, tanaman tersebut hanya dikenal sebagai “pohon mainan ular” karena bentuknya yang unik menyerupai ular.
“Saya sama sekali tidak menyangka. Tidak ada yang tahu itu bunga bangkai. Selama ini warga menyebutnya pohon mainan ular saja. Baru pagi ini kami sadar, ternyata tumbuh bunga itu,” tambahnya.
Bunga Langka Langsung Menarik Kerumunan Warga
Begitu tersebar kabar adanya bunga bangkai di lingkungannya, warga berdatangan untuk melihat langsung. Rasa ingin tahu bercampur kekaguman menyelimuti Kampung Cibeureum Tengah, tepatnya di lingkungan RT 05 RW 01. Bahkan anak-anak sekolah pun ikut datang melihat saat jam istirahat pagi tadi.
“Semua kaget! Banyak yang datang melihat ke sini. Alhamdulillah, tidak hanya warga, anak-anak sekolah juga datang tadi pagi saat jam istirahat, mereka semua penasaran ingin melihat bunga itu,” ceritanya.
Fenomena Alam yang Menjadi Kebanggaan Warga
Bunga bangkai atau dikenal juga sebagai bunga suweg raksasa merupakan tanaman endemik yang keberadaannya semakin jarang ditemui. Munculnya di lingkungan pemukiman warga menjadi peristiwa yang sangat istimewa. Warga berharap kehadiran bunga langka ini dapat dijaga dan diamankan agar dapat dinikmati bersama-sama sebelum akhirnya layu.
Kejadian ini membuktikan bahwa kekayaan alam masih tersimpan di tengah pemukiman warga Desa Sinarsari, dan menjadi pengingat betapa indahnya ciptaan Tuhan yang kadang baru diketahui saat mekar dengan indahnya. (manabd)














